Penyidik Polda Metro Jaya telah meminta keterangan dari 39 orang saksi guna mendalami kasus kecelakaan maut antara KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut kini telah memasuki tahap penyidikan setelah ditemukan adanya unsur pidana.
Dilansir dari Detikcom, puluhan saksi yang diperiksa berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pihak internal perkeretaapian hingga saksi di lokasi kejadian. Rincian saksi meliputi satu pelapor, dua saksi laporan polisi, 11 korban, delapan warga sekitar, dua kru kendaraan, delapan pihak operasional kereta, tiga instansi terkait, dan empat dari perusahaan taksi daring.
"Pemeriksaan saksi sampai saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 39 orang saksi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026).
Fokus penyelidikan saat ini mulai mengarah pada aspek teknis dan operasional moda transportasi yang terlibat dalam insiden tersebut. Penyidik juga mendalami peran manajemen perusahaan transportasi yang kendaraannya tertahan di perlintasan sebelum tabrakan terjadi.
"Pemeriksaan lanjutan difokuskan tentang unsur teknis perkeretaapian, instansi terkait. Serta pihak yang berkaitan dengan operasional kendaraan taksi online," jelas Budi.
Pada agenda pemeriksaan hari ini, Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya memanggil tiga orang perwakilan dari PT KAI Daop 1 Manggarai. Ketiganya merupakan pejabat teknis di bidang sinyal, pengawasan, serta layanan pelanggan di dalam kereta.
Pihak kepolisian juga telah mengambil keterangan dari manajemen perusahaan transportasi Green SM, termasuk manajer rekrutmen pengemudi, bagian pelatihan, hingga manajer kontrol perbaikan. Upaya ini dilakukan untuk memahami prosedur operasional dan pemeliharaan armada mereka.
"Sampai saat ini proses masih berjalan, dan secara simultan penyidik Polda Metro Jaya, Puslabfor Bareskrim Polri bersama KNKT seiring sejalan melakukan pendalaman sesuai dengan tugas pokok masing-masing," tutur Budi.
Insiden tragis ini bermula ketika sebuah taksi mengalami gangguan mesin dan terhenti di tengah rel dekat Stasiun Bekasi Timur hingga tertabrak KRL arah Jakarta. Akibatnya, KRL tersebut berhenti darurat, yang kemudian memicu rangkaian gangguan perjalanan hingga KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL lain yang sedang berhenti di stasiun. Kecelakaan beruntun ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang mengalami luka-luka.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·