DKI tetap prioritaskan sektor pendidikan di tengah tantangan global

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk tetap menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas di tengah tantangan global dan penyesuaian fiskal daerah.

“Pendidikan adalah jalan untuk membuka kesempatan, memperluas harapan, dan mempersiapkan masa depan yang jauh lebih baik bagi generasi muda Jakarta," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno saat membuka Forum Orientasi Penerima Baru Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Ciracas, Jakarta Timur, Jumat.

Oleh karena itu, di tengah berbagai tantangan global, Pemprov DKI Jakarta tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, salah satunya melalui keberlanjutan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Pada 2026, program KJMU menjangkau 16.979 mahasiswa pada tahap pertama dan 16.920 mahasiswa pada tahap kedua di berbagai perguruan tinggi di Jakarta.

Menurut Rano, KJMU tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong pengembangan diri, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan di masa depan.

“Kesempatan ini perlu dijaga dengan semangat belajar, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Manfaatkan forum orientasi ini sebagai ruang untuk belajar, membangun jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat kebersamaan antarpenerima KJMU,” kata dia.

Meski APBD Jakarta berkurang hampir Rp15 triliun, lanjut dia, anggaran sektor pendidikan dan kesehatan tetap dipertahankan.

Untuk program KJMU, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran hampir Rp399 miliar. Sementara itu, anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) mencapai hampir Rp3,4 triliun untuk sekitar 700 ribu pelajar.

“APBD Jakarta berkurang hampir Rp15 triliun, tetapi anggaran pendidikan dan kesehatan tidak akan pernah dikurangi. Ini bentuk komitmen kami untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga,” kata Rano.

Dia berharap seluruh penerima KJMU dapat menyelesaikan studi tepat waktu, memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya.

Selain KJMU, Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan program pemutihan ijazah bagi warga yang terkendala mengambil ijazah akibat keterbatasan ekonomi. Hingga kini, hampir 7.000 ijazah telah diputihkan.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.