Pekan Iklim ASEAN 2026 cara wujudkan aksi iklim nyata di Asia Tenggara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemegang keketuaan ASEAN 2026, Filipina, mengumumkan dilaksanakannya Pekan Iklim ASEAN (ASEAN Climate Week) sebagai wahana mengubah ambisi dan komitmen iklim menjadi tindakan konkret yang bermanfaat bagi masyarakat Asia Tenggara.

Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina Juan Miguel Cuna mengemukakan bahwa sebagai tuan rumah, kegiatan yang berlangsung dari 27 April hingga 1 Mei 2026 ini penting untuk memastikan rencana iklim dan pembangunan berkelanjutan berdampak positif bagi masyarakat, khususnya di tengah semakin intensifnya dampak perubahan iklim di kawasan Asia Tenggara.

“Pekan Iklim ASEAN adalah tentang memastikan rencana iklim diterjemahkan menjadi perlindungan sejati dan perbaikan kualitas hidup bagi masyarakat,” kata Menteri Cuna, menurut rilis pers ASEAN 2026 dipantau di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, Pekan Iklim ASEAN berlangsung di masa ketika masyarakat Asia Tenggara telah merasakan dampak perubahan iklim, khususnya di kawasan pesisir padat penduduk serta wilayah tertinggal dan rentan.

Untuk itu, kata dia, Filipina akan menyoroti sejumlah aksi konkret seperti restorasi ekosistem pesisir, rehabilitasi hutan, pengendalian polusi, dan pengelolaan SDA berbasis komunitas yang menguntungkan secara ekonomi dan ramah lingkungan.

Agenda iklim ASEAN kali ini akan mendorong upaya-upaya memastikan komitmen iklim, seperti Nationally Determined Contributions (NDC) dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan Strategi Pengembangan Rendah Emisi Jangka Panjang (LT-LEDS), lebih dapat dilaksanakan di tingkat masyarakat.

Selain itu, Pekan Iklim ASEAN merupakan momentum mematangkan suara kolektif ASEAN dalam Konferensi Perubahan Iklim ke-31 PBB (COP31) pada akhir tahun ini dan mendorong keluaran yang dapat dijalankan untuk pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Lebih lanjut, agenda ASEAN tersebut akan meliputi sejumlah pertemuan tingkat tinggi yang membahas antara lain soal implementasi NDC, pertukaran pengetahuan tentang mitigasi dampak perubahan iklim, serta sesi khusus membahas pendanaan dan solusi iklim.

Pekan Iklim ASEAN kali ini diharap dapat menghasilkan rekomendasi tindakan serta kompendium teknis terkait praktik terbaik mengatasi dampak perubahan iklim dan memitigasi risiko iklim.

Sebagai pemegang keketuaan ASEAN tahun ini, Filipina senantiasa berkomitmen mendorong strategi iklim yang membawa perbaikan nyata terhadap kehidupan masyarakat serta menjamin perlindungan bagi masyarakat rentan di Asia Tenggara.

“Kami siap sedia mewujudkan komitmen ASEAN menjadi perlindungan dan peluang konkret bagi masyarakat,” ucap Menteri Cuna.

Baca juga: Indonesia-Brasil tekankan TFFF sebagai skema pembiayaan iklim inovatif

Baca juga: Satu-satunya dari ASEAN, Pemuda RI terpilih jadi Penasihat Muda PBB

Baca juga: Inggris dan ASEAN luncurkan inisiatif iklim baru di COP30

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.