Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memproyeksikan kebutuhan anggaran sebesar Rp65 triliun per tahun untuk pembangunan jaringan rel kereta api nasional pada Rabu (22/4/2026).
Langkah ini bertujuan mengatasi ketimpangan infrastruktur transportasi di luar Pulau Jawa yang saat ini masih sangat terbatas. Dilansir dari Money, estimasi biaya total untuk proyek jangka panjang selama 20 tahun tersebut mencapai angka Rp1.200 triliun.
Data pemerintah menunjukkan Pulau Jawa telah memiliki 10.000 kilometer jaringan rel, berbanding jauh dengan Pulau Sulawesi yang hanya memiliki 100 kilometer. Sementara itu, Pulau Sumatera belum terhubung sepenuhnya dan Kalimantan sama sekali belum memiliki jaringan rel kereta api.
"Arahan Bapak Presiden untuk mengembangkan jaringan kereta di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ini menjadi strategis," ujar AHY dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/4/2026).
Rencana strategis ini mencakup pembangunan baru serta reaktivasi jalur lama dengan total target sepanjang 14.000 kilometer di berbagai wilayah prioritas. AHY menegaskan bahwa angka yang dipaparkan saat ini masih merupakan kalkulasi awal yang dapat berkembang mengikuti dinamika di lapangan.
"Jika kita ingin menambah katakanlah tadi 14.000 kilometer ini sekian tahun ke depan, maka biayanya itu diperkirakan sekitar Rp 1.200 triliun," kata AHY.
Pemerataan ekonomi menjadi alasan utama di balik urgensi pembangunan rel kereta api ini, terutama untuk mengoptimalkan distribusi logistik dari wilayah kaya Sumber Daya Alam (SDA). Penggunaan moda kereta api diklaim dapat menekan biaya pengiriman barang menjadi lebih terjangkau bagi pelaku usaha.
"Misalnya untuk ruas dari Aceh ke Sumatera Utara, khususnya dari Banda Aceh ke Besitang. Itu juga sedang dihitung lebih lanjut lagi," ujar AHY.
Selain fungsi logistik, pemerintah menilai kehadiran jaringan rel akan mempermudah aksesibilitas masyarakat dalam bepergian. Integrasi moda transportasi ini diharapkan mampu menciptakan kenyamanan mobilitas di luar Pulau Jawa secara berkelanjutan.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·