Pemerintah China Perketat Aturan Faktur Pajak Tembaga

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Pemerintah China memperketat regulasi penggunaan faktur pajak atau 'fapiao' guna menindak praktik perdagangan curang yang telah melumpuhkan sebagian transaksi tembaga di pasar domestik pada Rabu, 13 Mei 2026. Langkah ini bertujuan mengendalikan sistem keuangan yang selama ini mengaburkan batas antara permintaan riil dan rekayasa pendanaan.

Hambatan operasional muncul karena kebijakan tersebut menyebabkan gangguan pada arus kas dan likuiditas para pelaku usaha. Dilansir dari Bloombergtechnoz, lebih dari separuh volume perdagangan tembaga spot di China terdampak oleh penundaan atau gagal bayar kontrak berdasarkan survei terhadap 20 pedagang.

Otoritas pajak di berbagai wilayah seperti Shanghai, Guangdong, dan Sichuan secara serentak membatasi ketersediaan tanda terima resmi. Kondisi ini memaksa para pelaku industri untuk merestrukturisasi model bisnis mereka demi bertahan di tengah tekanan regulasi.

Manajer perdagangan di Suzhou Chuangyuan Harmony-Win Capital Management Co, Jia Zheng, mengungkapkan bahwa tekanan kebijakan ini telah memberikan dampak langsung bagi operasional perusahaan perdagangan fisik.

"Penindakan tersebut telah menyebabkan banyak pedagang logam fisik tidak dapat menjalankan bisnis mereka," kata Jia Zheng, manajer perdagangan di Suzhou Chuangyuan Harmony-Win Capital Management Co.

Jia menambahkan bahwa tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengalihkan fokus pasar dari spekulasi keuangan kembali ke sektor ekonomi riil.

"Ini adalah bagian dari pergeseran yang lebih luas dari spekulasi keuangan kembali ke ekonomi riil," kata Jia dari Suzhou Chuangyuan.

Menurut Jia, meskipun menimbulkan masalah arus kas jangka pendek, kebijakan ini akan membuat margin impor lebih mencerminkan kebutuhan pasar yang sebenarnya.

"Seiring waktu, itu berarti margin impor China kemungkinan akan lebih mencerminkan permintaan riil," kata Jia dari Suzhou Chuangyuan.

CEO BANDS Financial Ltd, Tiger Shi, menyoroti kekhawatiran para importir mengenai ketersediaan dokumen pajak yang semakin terbatas di pasar komoditas China.

"Beberapa importir sudah khawatir," kata Tiger Shi, seorang veteran industri dan kepala eksekutif perusahaan pialang BANDS Financial Ltd.

Shi menjelaskan bahwa hambatan dalam memperoleh faktur pajak akan menyulitkan proses masuknya komoditas tembaga ke dalam negeri.

"Dengan makin sedikit faktur pajak yang tersedia, akan makin sulit untuk membawa tembaga ke China," kata Tiger Shi, seorang veteran industri dan kepala eksekutif perusahaan pialang BANDS Financial Ltd.

Meski demikian, ia melihat adanya potensi perbaikan struktur pasar dalam jangka panjang seiring hilangnya pelaku usaha yang tidak efisien.

"Dalam jangka panjang, ini seharusnya positif," kata Shi dari BANDS Financial.

Menurutnya, proses pembersihan industri ini pada akhirnya akan meningkatkan margin keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang mampu beradaptasi.

"Para pedagang yang kurang efisien akan tersingkir, dan margin keuntungan akan meningkat bagi mereka yang bertahan," ujarnya.

Administrasi Perpajakan Negara China sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi mengenai keluhan para pedagang, sementara kampanye penertiban ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir Juli 2026.