Pemerintah China menginstruksikan langkah konkret untuk memperkuat kontrol kapasitas pada sektor industri tenaga surya guna mengatasi persoalan kelebihan produksi yang melanda pasar domestik. Penegasan ini disampaikan melalui pernyataan resmi otoritas terkait pada Senin, 20 April 2026, setelah pertemuan intensif dengan para pelaku industri.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi bersama Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional menjadi inisiator koordinasi lintas departemen tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi sektor energi terbarukan yang sedang berupaya keluar dari tekanan kompetisi yang tidak sehat dan penurunan margin keuntungan.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, otoritas berwenang menekankan urgensi kolaborasi antarlembaga serta konsistensi dalam implementasi kebijakan. Hal ini dianggap sebagai solusi kunci untuk menyelesaikan tantangan fundamental yang telah mengakar dalam rantai pasok industri tenaga surya nasional.
"segala upaya"
Pernyataan tersebut menekankan perlunya mobilisasi sumber daya pemerintah untuk memastikan kontrol kapasitas berjalan efektif. Sepanjang tahun 2026, pemerintah tercatat telah melaksanakan sedikitnya tiga pertemuan formal dengan para produsen peralatan tenaga surya yang tengah menghadapi kerugian finansial akibat melimpahnya stok di pasar.
Pertemuan strategis pada hari Jumat pekan lalu tersebut tidak hanya melibatkan pihak regulator dan produsen, tetapi juga mengikutsertakan sejumlah perusahaan pembangkit listrik milik negara. Entitas besar seperti China Huaneng Group Co dan China Datang Corp hadir dalam kapasitas mereka sebagai pembeli utama produk teknologi surya.
Sektor pasar merespons positif arahan pemerintah tersebut dengan kenaikan nilai saham sejumlah perusahaan besar pada Senin pagi. Emiten Jinko Solar Co dan CSI Solar Co dilaporkan mengalami penguatan harga saham hingga mencapai angka 1,6 persen seiring munculnya harapan stabilitas industri di masa depan.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·