Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 akan dijaga dengan menggenjot belanja pemerintah.
Belanja negara akan dimaksimalkan sebagai strategi fiskal, mengingat pada periode tersebut tidak terdapat faktor musiman seperti hari besar keagamaan yang biasanya mendorong konsumsi.
"Untuk pertumbuhan di triwulan II memang salah satu yang kita akan genjot adalah belanja pemerintah karena tahun lalu basis daripada belanja pemerintahan rendah dan triwulan I kemarin belanja pemerintah menjadi penopang dan ini juga akan menjadi penopang di triwulan II terutama juga kita menjaga daya beli masyarakat," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Menko menjelaskan, sejumlah stimulus telah disiapkan pemerintah. Di antaranya pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan alokasi sekitar Rp55 triliun.
Selain itu, akselerasi bantuan pangan akan digencarkan pada April hingga Juni 2026 dengan menjangkau 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemerintah juga memastikan keberlanjutan subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2026 yang mencapai Rp356,8 triliun.
"Kebijakan fiskal akan dioptimalkan untuk menjaga momentum pencapaian target pertumbuhan dan menjadi buffer terhadap gejolak global," jelasnya.
Di sektor pendidikan dan perumahan, pemerintah mengalokasikan anggaran melalui program revitalisasi sekolah sebesar Rp13,4 triliun serta implementasi program tiga juta rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp37,1 triliun.
Selanjutnya, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah deregulasi melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tetap terjaga dan berkontribusi terhadap pencapaian target tahunan 2026.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026.
Sementara secara triwulanan, ekonomi terkontraksi 0,77 persen (quarter-to-quarter/qtq) dibandingkan triwulan IV 2025.
Baca juga: Purbaya pastikan belanja untuk MBG cermat dan efisien
Baca juga: Menko Airlangga: Pertumbuhan ekonomi RI kuartal I ungguli negara G20
Baca juga: CORE proyeksikan ekonomi kuartal I-2026 tumbuh 5,2–5,3 persen
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·