Pemerintah Iran belum melakukan prosesi pemakaman bagi mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meskipun tujuh minggu telah berlalu sejak kematiannya pada Minggu (1/3/2026). Penundaan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Teheran dengan pasukan Amerika Serikat dan Israel yang mengancam stabilitas rezim.
Otoritas di Teheran hingga saat ini dilaporkan belum menetapkan keputusan akhir mengenai lokasi pemakaman mendiang pemimpin mereka tersebut. Dilansir dari Detikcom, pemerintahan yang kini dipimpin oleh putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, tengah fokus menghadapi ancaman eksistensial dari serangan militer pihak luar.
Ketidaksiapan rezim untuk menyelenggarakan upacara besar disorot oleh pengamat keamanan internasional sebagai bentuk kelemahan posisi domestik Iran. Behnam Taleblu dari Yayasan untuk Pembelaan Demokrasi menjelaskan kepada New York Post bahwa kondisi keamanan saat ini tidak memungkinkan bagi Teheran untuk mengadakan seremoni megah.
"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," kata Taleblu.
Taleblu menambahkan bahwa ketidakmampuan otoritas dalam mengeksekusi pemakaman hingga berbulan-bulan mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap potensi gejolak di masyarakat. Rezim dianggap sedang berupaya menutupi fakta di tengah pembatasan akses informasi yang ketat.
"Republik Islam suka berbicara besar soal menguasai jalanan, tetapi pemadaman internet selama 50 hari memberitahu Anda semua yang perlu Anda ketahui. Rezim takut akan konsekuensi jika kebenaran terungkap," sebut Taleblu.
Kekhawatiran akan serangan udara lanjutan dari Israel menjadi faktor utama yang menghambat rencana seremoni di tempat terbuka. Selain itu, sosok pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, juga dilaporkan belum menunjukkan diri di hadapan publik sejak ayahnya dinyatakan tewas.
Mengenai kematian tokoh tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberikan pernyataan resmi melalui platform media sosialnya tak lama setelah serangan terjadi di Teheran.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump.
Operasi militer yang menargetkan kompleks kediaman Khamenei dilaporkan telah menjatuhkan puluhan bom yang juga menewaskan anggota keluarga dekat sang pemimpin. Konfirmasi mengenai kondisi Ali Khamenei kemudian disampaikan secara resmi oleh otoritas penyiaran negara.
"Pemimpin Tertinggi Iran telah mencapai syahid," lapor stasiun penyiaran negara IRIB.
Kantor berita Fars News sebelumnya sempat melaporkan bahwa Khamenei rencananya akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad. Lokasi tersebut dipilih karena letaknya yang berada di timur laut Iran dan dianggap lebih aman karena jauh dari jangkauan operasional militer Israel.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·