Pemerintah Indonesia menargetkan sebanyak 30 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dapat resmi beroperasi di seluruh wilayah pada 16 Agustus 2026 mendatang. Informasi tersebut dilansir dari Bloombergtechnoz terkait upaya pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari kawasan pedesaan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan target tersebut dalam pidatonya pada Sabtu (16/5/2026). Demi mendukung kelancaran program ekonomi ini, pemerintah juga tengah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam skala yang masif.
Proses seleksi saat ini sedang berjalan untuk menyaring 30 ribu manajer KDMP serta 5.476 pengelola koperasi nelayan. Tenaga kerja yang terpilih kelak mengemban tugas sebagai pengawas sekaligus penjamin masuknya manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat.
“Pemerintah menargetkan 30 ribu unit KDMP beroperasi pada 16 Agustus mendatang,” kata Zulhas, dalam pidatonya, Sabtu (16/5/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 1.061 unit KDMP telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kebijakan ini dinilai menjadi instrumen nyata bagi negara untuk mengintervensi dan memperbaiki ketimpangan ekonomi yang selama ini cenderung terpusat.
“Ini wujud ekonomi konstitusional. Negara hadir bukan untuk segelintir kelompok, tetapi untuk memastikan rakyat mendapatkan manfaat,” tegasnya.
Berdasarkan data laporan yang ada, sebanyak 9.294 bangunan fisik untuk koperasi desa kini telah rampung dikonstruksi. Angka pembangunan infrastruktur ini terus bertambah dengan kecepatan sekitar 150 hingga 200 unit bangunan baru per hari.
Sementara itu, sebaran 1.061 koperasi yang sudah berjalan penuh mencakup 530 unit di wilayah Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah. Program KDMP dirancang sebagai langkah koreksi total agar arah pembangunan ekonomi tidak lagi bersifat top-down, melainkan tumbuh mandiri dari desa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·