Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Diversifikasi Sumber Pembiayaan

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan Panda Bonds pada Juni 2026 untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan anggaran di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Langkah strategis melalui surat utang denominasi yuan ini diprediksi memiliki imbal hasil rendah pada kisaran 2,3% hingga 2,5%.

Kementerian Keuangan menargetkan instrumen ini sebagai opsi pendanaan agar tidak bergantung pada negara tertentu, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz. Berdasarkan data per 31 Maret 2026, realisasi pembiayaan anggaran nasional telah mencapai Rp257,4 triliun yang didominasi oleh pembiayaan utang.

Head of Fixed Income Research Bank Mandiri, Handy Yunianto memberikan pandangan mengenai tantangan penerbitan obligasi secara bruto yang besar pada tahun ini. Ia menyarankan peningkatan porsi obligasi global guna menekan risiko crowding out di pasar domestik.

“Dan menurut saya sih dengan rencana pemerintah menerbitkan panda bonds tentu ini juga langkah yang strategis untuk bisa mendiversifikasi sumber pembiayaan dari sisi globalnya. Kalau dulu kan selalu tergantung USD, Euro, Japanese Yen gitu ya,” kata Handy, Head of Fixed Income Research Bank Mandiri.

Penerbitan instrumen ini menyusul langkah serupa yang pernah diambil pemerintah melalui dim sum bonds dan kangaroo bonds sebelumnya. Handy menyebutkan bahwa pemanfaatan mata uang yuan telah dilakukan oleh berbagai negara karena tingkat yield yang lebih kompetitif.

“Karena kalau kita lihat secara yield memang jauh lebih murah dibandingkan dengan US Treasury yang saat ini kalau kita lihat perbandingan yieldnya,” katanya Handy, Head of Fixed Income Research Bank Mandiri.

Meskipun memiliki potensi beban bunga yang lebih ringan, Handy memberikan catatan khusus mengenai stabilitas nilai tukar dalam penggunaan obligasi luar negeri. Upaya perlindungan nilai menjadi aspek krusial yang harus disiapkan oleh pemerintah ke depannya.

“Jadi mungkin yang harus diperhatikan ke depannya adalah di sisi currency risk ya hedgingnya seperti apa,” tambah Handy, Head of Fixed Income Research Bank Mandiri.

Handy menambahkan bahwa hubungan kerja sama yang kuat antara Indonesia dan Cina dapat menjadi mekanisme lindung nilai alami bagi risiko tersebut. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah menegaskan kesiapan pemerintah untuk mengeksekusi rencana ini pada pertengahan tahun 2026.