Bandung (ANTARA) - Badan Standardisasi Nasional (BSN) memperkuat pemetaan standar berdasarkan kebutuhan negara tujuan untuk mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) lebih mudah masuk pasar global.
Deputi Bidang Akreditasi BSN, Wahyu Purbowasito mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah mengidentifikasi negara tujuan ekspor sebelum menentukan standar yang harus dipenuhi pelaku usaha.
“Kalau dengan luar itu kita menganalisis mereka maunya kayak gimana standarnya. Target ini tujuan ekspornya mana, itu kemudian kita analisis,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa BSN mengkaji persyaratan teknis yang dibutuhkan agar produk dapat diterima di pasar tersebut setelah negara tujuan ditetapkan.
“Setelah kita tahu tujuan ekspornya, maka kita analisis dia requirement-nya kayak apa standar yang diperlukan,” ujarnya.
Wahyu menambahkan, berdasarkan hasil pemetaan tersebut, BSN kemudian merancang penyesuaian agar pelaku usaha dapat memenuhi standar sesuai kebutuhan pasar ekspor.
“Nanti kita desain mereka untuk bisa memenuhi ke arah situ,” katanya.
Ia menyebut BSN juga menggandeng lembaga sertifikasi yang memiliki jaringan di luar negeri untuk mempercepat proses pemenuhan standar dan penerbitan sertifikasi bagi pelaku usaha yang ingin ekspor.
“Setelah itu kita bekerja sama dengan lembaga sertifikasi yang mempunyai cabang di luar untuk mendorong pemenuhan itu supaya sertifikatnya bisa keluar untuk ekspor,” ujarnya.
Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya BSN dalam memperluas akses pasar UMKM melalui penyesuaian standar yang lebih adaptif terhadap kebutuhan global.
BSN sendiri mencatat terdapat sekitar 5.940 jenis produk di Indonesia, namun baru sekitar 18,5 persen atau sekitar 1.099 produk yang telah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Dari jumlah tersebut, sekitar 204 produk telah berhasil menembus pasar ekspor dan sekitar 50 persen standar nasional telah mengacu pada standar internasional sehingga memiliki kesesuaian dengan standar global.
Meski demikian, pihaknya menyebut produk standard tersebut tetap memerlukan penyesuaian terhadap kebutuhan masing-masing negara tujuan untuk menembus pasar ekspor.
Baca juga: Anggota DPR: BSN perlu tingkatkan penerapan standar nasional ke UMK
Baca juga: Komisi VII DPR: Standarisasi nasional penting jaga daya saing produk
Baca juga: BSN perkuat akreditasi ISPO untuk dukung daya saing sawit nasional
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·