Pemkab Kepulauan Seribu gelar pelatihan selam di Pulau Pramuka

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bekerja sama dengan Scuba Schools International (SSI) menggelar pelatihan selam bagi pemula secara gratis di perairan Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, sebagai upaya membuka peluang ekonomi baru bagi warga pesisir.

“Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari enam kelurahan di wilayah Kepulauan Seribu,” kata Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai teknik penyelaman yang aman sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu (10/5) diikuti puluhan peserta yang terdiri dari Kelompok DPL-BM, pegiat konservasi, hingga para pemuda yang sedang mencari peluang kerja.

Peserta mendapatkan materi teori mengenai teknik dasar penyelaman, penggunaan peralatan, hingga prosedur keselamatan. Setelah itu, peserta melakukan praktik menyelam menggunakan peralatan selam di perairan Pulau Pramuka.

Baca juga: Pengembangan wisata bahari, Pulau Seribu gelar pelatihan selam

Menurut Gama, peserta yang dinyatakan lulus pada tes kompetensi di akhir pelatihan akan memperoleh sertifikasi Basic Diving dari SSI.

“Sertifikat ini dapat menjadi bekal penting bagi masyarakat yang ingin terlibat di sektor wisata bahari maupun kegiatan konservasi laut,” kata dia.

Dirinya berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan lebih banyak penyelam lokal yang profesional, sekaligus mendukung pengembangan wisata bahari dan pelestarian ekosistem laut di Kepulauan Seribu.

“Pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi menciptakan masyarakat pesisir yang lebih terampil, mandiri, dan siap bersaing di sektor ekonomi kelautan yang terus berkembang,” kata dia.

Sementara itu, Lurah Pulau Panggang Jamaluddin mengatakan masyarakat sudah akrab dengan kehidupan laut tapi aktivitas menyelam tetap membutuhkan keterampilan khusus serta lisensi resmi demi menjamin keselamatan.

Ia menilai tidak semua orang yang terbiasa di laut otomatis bisa menyelam dengan aman. "Dibutuhkan pengetahuan, teknik, dan sertifikasi agar aktivitas bawah laut dapat dilakukan sesuai standar keselamatan,” katanya.

Jamaluddin berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak warga memiliki kemampuan dan sertifikasi menyelam yang diakui secara resmi.

“Ikutilah pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, dengan keterampilan menyelam dapat membuka peluang kerja di sektor wisata, konservasi, maupun kegiatan kelautan lainnya,” tuturnya.

Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu latih warga mahir menyelam

Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu fasilitasi pelatihan selam bersertifikat

Peserta asal Pulau Panggang Sopian (27), mengatakan pelatihan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi dirinya.

Menurut dia, biaya pelatihan selam selama ini tergolong mahal sehingga pelatihan gratis tersebut sangat membantu masyarakat yang ingin memiliki keterampilan menyelam secara profesional.

“Sekarang saya bisa belajar langsung teknik menyelam yang benar dan aman. Pelatihan ini penting karena dapat menjadi tambahan keterampilan untuk mencari pekerjaan,” kata dia.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.