Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat literasi digital melalui seminar sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital yang kompleks.
"Di era AI (Artificial Intelligence), hoaks bisa terlihat sangat nyata. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan literasi digital yang baik," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat membuka Seminar Literasi Digital bertajuk 'Hoaks, Disinformasi, dan Peran Publik di Era AI' di Jakarta, Rabu.
Dia menekankan perkembangan teknologi, media sosial, dan berbagai platform digital telah memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka ruang yang lebih luas bagi penyebaran hoaks dan disinformasi secara cepat dan masif.
Menurut dia, di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), informasi yang tidak benar kini dapat dikemas dengan sangat meyakinkan sehingga sulit dibedakan dari fakta. Ini kemudian menjadi tantangan serius yang harus dihadapi masyarakat.
"Jadi, masyarakat harus memiliki literasi digital yang baik, tidak hanya dalam mengakses informasi, tetapi juga dalam memilah, memverifikasi, dan menyikapi informasi secara bijak," ujar Munjirin.
Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat wajib belajar 13 tahun cegah anak tidak sekolah
Selain itu, peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga ekosistem digital yang sehat. Munjirin pun meminta masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, tidak menyebarkan konten yang meragukan, dan berani melaporkan serta meluruskan informasi yang keliru.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Jakarta Timur berkomitmen untuk terus memperkuat literasi digital melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, akademisi, hingga perangkat daerah.
Upaya tersebut dinilai penting guna meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap hoaks dan disinformasi, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara positif dan produktif.
Melalui seminar tersebut, Munjirin berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait hoaks dan disinformasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
"Saya berharap para peserta dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat," ucap Munjirin.
Baca juga: Pemkot Jaktim ajak tokoh agama perkuat toleransi dan rawat kerukunan
Di akhir sambutannya, dia mengapresiasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Harapannya, seminar ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta Timur dalam menghadapi tantangan informasi di era digital," tutur Munjirin.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Associate Professor Monash University Ika Karlina serta Pemeriksa Fakta Profesional Bentang Febrylian.
Keduanya memberikan pemaparan terkait dinamika penyebaran informasi di era digital serta strategi menghadapi hoaks berbasis teknologi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Diskominfotik DKI itu dibuka secara langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, yang turut didampingi Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfotik DKI Jakarta Syalie Gestanon, dan Kepala Suku Dinas Kominfotik Kota Jakarta Timur Nuruning Septarida.
Seminar tersebut digelar secara daring dan luring, serta diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Ketua RT/RW, Dasawisma, Karang Taruna, Pusat Sumber Daya Wanita, hingga Komunitas Informasi Masyarakat.
Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat peran ormas cegah konflik sosial
Baca juga: Pemkot Jaktim sosialisasi adminduk untuk 2.436 pendatang baru
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·