Pemkot kumpulkan 217 kg ikan sapu-sapu dari Waduk Bojong Indah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) berhasil menangkap dan mengumpulkan 217 kilogram ikan sapu-sapu dari Waduk Bojong Indah, Cengkareng dan anak Kali Pesanggarahan, Kembangan pada Jumat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Barat, Imron Sjahrir mengatakan, penangkapan ikan invasif tersebut dilakukan lantaran sifatnya yang merusak dinding waduk atau turap saluran air.

"Ikan sapu-sapu ini pada prinsipnya bisa merusak turap-turap yang ada di seluruh saluran penghubung maupun waduk, jadi dia bersarang (membuat lubang) di situ," kata Imron di tapi Waduk Bojong Indah, Cengkareng, Jumat.

Selain itu, kata Imron, penangkapan itu juga dilakukan untuk mencegah ikan sapu-sapu dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membuat olahan makanan yang akan dijual ke masyarakat.

Hal itu menyusul ikan sapu-sapu umumnya hidup di bagian dasad kali-kali Jakarta, yang mengandung kotoran, bakteri berbahaya serta logam berat.

"Ada pulutan yang bisa menyebabkan apabila (olahan ikan sapu-sapu) dimakan itu nanti menyebabkan kesehatan masyarakat terganggu," kata Imron.

Operasi penangkapan itu melibatkan petugas gabungan dari berbagai unsur di lingkungan Pemkot Jakarta Barat. Mereka menyisir area waduk menggunakan perahu rakit, serta menangkap ikan dengan jala dan jaring.

Selain menangkap ikan sapu-sapu, petugas juga mencari telur ikan tersebut guna menekan laju perkembangbiakannya.

Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu tersebut akan dikubur untuk mencegah populasinya kembali berkembang biak. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kelestarian ekosistem perairan di wilayah Jakarta Barat.

Baca juga: Pemkot Jaktim tangkap 320 kg ikan sapu-sapu di Waduk Kaja

Baca juga: KDM sebut tingginya populasi ikan sapu-sapu jadi tanda sungai tercemar

Baca juga: DPR usul inspeksi lapangan cegah penyalahgunaan ikan sapu-sapu

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.