Pemprov upayakan Jakarta jadi pusat ekraf dan destinasi event global

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menjadikan Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif (ekraf) dan destinasi event global yang berkualitas.

"Kami berharap banyak bahwa kolaborasi antara bapak, ibu (mitra) dengan kami, akan terjadi (karena sebentar lagi) 500 tahun Jakarta. Jadi mestinya event-nya akan banyak sekali," kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta Iffan dalam sesi diskusi IPOS X di Jakarta, Selasa.

Mengutip data Global City Index (GCI), Iffan menyampaikan bahwa Jakarta menduduki posisi ke-74 sebagai kota yang paling berpengaruh secara global. Peringkat itu kemudian naik menjadi 71 pada tahun 2025.

Salah satu hal yang menurutnya menaikkan peringkat tersebut yakni sektor pariwisata dan ekonomi kreatif telah mendorong komponen pengalaman budaya dalam dimensi peringkat kota global.

Pemerintah, katanya, berupaya terus menggenjot posisi tersebut dan berbenah diri guna menghadirkan Jakarta sebagai destinasi yang menarik sekaligus nyaman dikunjungi oleh wisatawan.

Baca juga: Lima pilihan destinasi wisata akhir pekan di DKI, ada pawai ogoh-ogoh

Sejumlah upaya yang dilakukan yakni meningkatkan kesiapan ekosistem event di Jakarta. Misalnya, seperti mempermudah perizinan dengan digitalisasi melalui integrasi sistem perizinan event satu pintu, mempersiapkan tenaga kerja yang kreatif dan promotor lokal yang tersertifikasi serta meningkatkan integrasi transportasi publik seperti MRT, LRT dan TransJakarta menuju pusat-pusat acara.

Dia juga menyebut Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mengoptimalkan aset dan venue.

Beberapa tempat yang disebutkan seperti Jakarta International Stadium (JIS) sebagai tempat yang cocok untuk sportainment berskala masif, Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat kesenian modern dan edukasi, Lapangan Banteng dan Monumen Nasional (Monas) sebagai ruang terbuka untuk festival publik dan budaya, hingga Jakarta International Velodrome yang diperkenalkan sebagai venue multifungsi kelas dunia.

Di samping itu, Iffan menyatakan pemerintah sedang aktif merevitalisasi ruang publik sebagai venue kreatif. Pemanfaatan ruang terbuka hijau dan kawasan pedestrian banyak dilakukan di sekitar kawasan Sudirman-Thamrin untuk pop-up events.

Kemudian dilakukan optimalisasi kawasan Kota Tua sebagai pusat sejarah yang adaptif untuk festival kontemporer.

Pemerintah bahkan sudah memiliki kalender event strategis menuju Jakarta 500 tahun. Diharapkan event yang telah terkurasi dapat diselenggarakan secara tahunan dan berkelanjutan.

Contohnya seperti Jakarta Fair, Jakarta Film Week, Jakarta Fashion Week, event olahraga internasional dan tur musik global, hingga The Golfen Jubilee Festival sebagai peringatan 500 tahun Jakarta, katanya.

Baca juga: Pemprov kembangkan wisata urban di Jakarta

Baca juga: Jakarta jadi kota MICE didukung ratusan hotel dan pusat perbelanjaan

Baca juga: DKI ungkap kekuatan yang dimiliki untuk kembangkan ekonomi kreatif

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.