Kaki seorang pria bernama Suradi (69) mengalami luka melepuh setelah diserang ular berbisa jenis viper saat sedang mencari rumput di sekitar jembatan rel kereta api Kampung Kauman, Brebes, pada Kamis (16/4).
Kejadian tersebut mengakibatkan pria pencari pakan ternak ini harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif akibat efek racun yang merusak jaringan kulitnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (21/4/2026).
Petugas Damkar Satpol PP Brebes, Faizal Rivaldi, mengonfirmasi bahwa jenis ular yang menyerang warga tersebut merupakan spesies yang sangat berbahaya bagi keselamatan manusia.
"Itu ular jenis gibug, atau viper. Cukup berbahaya. Kami dari damkar masih mencari ular itu di sekitaran lokasi kejadian," kata Faizal Rivaldi, Petugas Damkar Satpol PP Brebes.
Pihak berwenang saat ini terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian guna memastikan keamanan warga lain dari potensi serangan serupa oleh reptil tersebut.
Suradi menceritakan bahwa peristiwa tragis itu bermula ketika dirinya tengah mengumpulkan pakan untuk kambing peliharaannya di area terbuka sebelum tiba-tiba seekor ular menyerang bagian kakinya.
"Kamis sore setelah digigit ular, diantar ke RSUD Brebes. Rencana mau pakai BPJS tapi nonaktif, jadi saya minta rawat jalan. Disuruh beli obat anti-bisa ular tak ada uang, mahal sampai Rp 1,5 juta. Jadi disuntik antibiotik saja," jelas Suradi, Korban.
Setelah sempat pulang karena terkendala biaya obat, kondisi fisik Suradi memburuk dengan luka yang membengkak serta melepuh menyerupai luka bakar pada hari-hari berikutnya.
Upaya evakuasi medis lanjutan akhirnya dilakukan setelah pihak perangkat desa setempat turun tangan membantu Suradi kembali ke RSUD Brebes untuk mendapatkan penanganan profesional.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·