PUSAT Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) membukukan pendapatan sebesar Rp 812 miliar pada 2025 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. “Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp 255 miliar. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun,” kata Direktur Keuangan GBK Hendry Arisandi dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei 2026.
Pendapatan GBK tahun lalu juga melesat dibandingkan pada 2024 yang tercatat senilai Rp 566 miliar.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Hendry, kinerja keuangan memperkuat optimalisasi aset negara, termasuk melalui penataan Blok 15 atau yang dahulu Hotel Sultan. Hendry berharap pengelolaan ini dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.
Sepanjang 2025, kawasan GBK dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga, budaya, MICE, rekreasi, komersial, dan agenda publik berskala nasional dan internasional.
Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno, Rakhmadi A. Kusumo, menyampaikan capaian pendapatan GBK pada 2025 menjadi dorongan menjaga amanah pengelolaan kawasan tersebut secara profesional, tertib, dan memberi manfaat bagi negara serta publik.
Ia pun berharap kinerja positif tersebut dapat semakin diperkuat melalui penataan dan optimalisasi Blok 15. Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno memandang penataan Blok 15 sebagai bagian penting dari agenda optimalisasi aset negara di kawasan GBK.
Dalam pelaksanaannya, Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, kepolisian, hingga TNI. Koordinasi ini bertujuan memastikan seluruh proses Blok 15 berjalan tertib, aman, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·