Pendiri Pi Network Paparkan Integrasi Web3 dan AI di Consensus 2026

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pendiri Pi Network, Dr. Chengdiao Fan dan Dr. Nicolas Kokkalis, menjadi pembicara dalam konferensi Consensus 2026 di Miami pada Rabu (6/5) dan Kamis (7/5) untuk membahas masa depan ekosistem blockchain. Acara internasional tersebut dihadiri lebih dari 20.000 peserta dan menampilkan 500 tokoh industri kripto global.

Harga token asli protokol ini sempat melonjak ke level 0,20 dolar AS pekan lalu sebelum terkoreksi, namun kembali menguat di atas 0,186 dolar AS menjelang pidato para pendiri. Berdasarkan data CoinGecko, PI kini menempati posisi ke-45 sebagai mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dr. Chengdiao Fan menyampaikan presentasi bertajuk "Aligning Web3, AI, and Blockchain for Utility" pada Rabu, 6 Mei 2026. Ia mengulas bagaimana infrastruktur blockchain dan jaringan global Pi dapat mendukung model bisnis di era kecerdasan buatan (AI).

"Aligning Web3, AI, and Blockchain for Utility" ujar Chengdiao Fan, Pendiri Pi Network.

Pihak pengembang menyatakan bahwa sesi tersebut bertujuan mengeksplorasi penggunaan identitas terverifikasi untuk mendukung produk berbasis utilitas. Fokus kompetisi saat ini dinilai telah bergeser pada akuisisi pengguna dan partisipasi manusia yang tepercaya.

"globally engaged network can support utility-driven products and AI-era business models," kata Chengdiao Fan, Pendiri Pi Network.

Sementara itu, Dr. Nicolas Kokkalis dijadwalkan mengisi diskusi panel pada Kamis, 7 Mei 2026, di Convergence Stage. Panel tersebut mengangkat isu rusaknya model kepercayaan internet akibat kemampuan sistem AI dalam menciptakan bot yang menyerupai profil manusia asli.

"How to Prove You’re Human in an AI World (Without Doxing Yourself)" cetus Nicolas Kokkalis, Pendiri Pi Network.

Menurut laporan tim Pi Network melalui akun X, integrasi identitas sangat fundamental bagi ekonomi dunia nyata. Jaringan ini telah mengembangkan solusi KYC (Know Your Customer) skala global untuk memenuhi kebutuhan pasar dan aplikasi era AI.

"Supporting utility-driven products and sustainable business models through blockchain, verified identity, and a globally engaged network, while enabling global identity verification and providing authenticity solutions through Pi’s native KYC solution." tulis Tim Pi Network.

Hingga saat ini, infrastruktur manusia yang dibangun Pi telah menyelesaikan lebih dari 526 juta tugas validasi. Pencapaian ini diraih melalui kerja sama antara teknologi dan tenaga kerja terdistribusi yang melibatkan satu juta manusia.

"Pi’s Human Infrastructure for AI: 526 Million Tasks Completed by Distributed Workforce of 1 Million Humans" ungkap Tim Pi Network.