Penerbitan Obligasi Multifinance Capai Rp11,90 Triliun pada Kuartal I&2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai peningkatan penerbitan obligasi oleh industri multifinance pada kuartal I-2026 merupakan bukti penguatan kepercayaan pasar terhadap prospek industri tersebut. Lonjakan nilai surat utang ini dilaporkan mencapai Rp11,90 triliun hingga Jumat, 8 Mei 2026.

Data dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang dilansir dari Bloomberg Technoz menunjukkan pertumbuhan sebesar 42,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal I-2025, nilai penerbitan obligasi multifinance tercatat hanya sebesar Rp8,34 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyatakan bahwa fenomena ini mencerminkan strategi keuangan yang matang dari perusahaan pembiayaan.

"Penerbitan obligasi merupakan bagian dari strategi pendanaan yang terencana dan prudent," kata Agusman dalam keterangannya.

Langkah ini diambil oleh pelaku industri untuk memperluas variasi modal yang dimiliki. Strategi diversifikasi tersebut bertujuan memperkokoh struktur permodalan demi menjaga kelenturan manajemen kas dan mendukung ekspansi pembiayaan ke depan.

Agusman optimistis bahwa sektor ini akan mempertahankan tren positifnya melalui penerapan prinsip kehati-hatian dalam operasional bisnis. OJK memproyeksikan industri multifinance tetap sanggup menjaga performa pendanaan yang berkelanjutan hingga akhir tahun 2026.