PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penyelenggaraan Kalteng Expo diharapkan tidak melenceng dari tujuan utamanya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Pemerintah daerah diingatkan agar ajang tahunan ini tidak terjebak menjadi kegiatan seremonial semata atau sekadar menjadi etalase pameran bagi perusahaan-perusahaan bermodal raksasa.
Pengamat ekonomi sekaligus akademisi, Suherman Juhari menekankan bahwa Kalteng Expo harus benar-benar memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menunjukkan eksistensinya.
“Harapannya Kalteng Expo bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan saja. Jangan sampai ini cuma menjadi ajang showcase bagi usaha yang bermodal besar. Harus ada ruang nyata bagi usaha mikro dan kecil di hadapan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegas Suherman, Senin (18/5/2026).
Suherman menggarisbawahi bahwa peranan pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada penyediaan fasilitas saat pameran berlangsung.
“Dukungan terhadap penggunaan produk lokal dalam setiap kegiatan pemerintahan menjadi langkah krusial. Jadi bukan hanya ramai saat expo berlangsung saja,” tuturnya.
Meski pemberian subsidi stan berbiaya terjangkau, pelatihan digital, dan pendampingan legalitas sangat penting, pemerintah dituntut untuk menciptakan pasar yang berkelanjutan pasca-expo.

“Pemerintah melalui dinas terkait wajib memiliki alokasi belanja khusus untuk menyerap produk UMKM, seperti suvenir, makanan, dan minuman,” ujarnya.
Suherman meyakini jika dikelola dengan tepat, Kalteng Expo mampu memberikan multiplier effect yang luar biasa.
Ia mencontohkan data transaksi pada expo tahun 2025 yang sukses menembus angka lebih dari Rp 7 miliar, belum termasuk perputaran uang di sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner.
Bagi UMKM, pameran ini bukan sekadar tempat mengejar omzet. Suherman menilai expo adalah laboratorium riset pasar yang sangat efektif bagi UMKM yang selama ini kesulitan mendapat akses pasar.
“Lewat interaksi langsung dengan konsumen, UMKM bisa memahami selera pasar, mendapat masukan untuk perbaikan kualitas, serta memperluas jaringan hingga membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha yang lebih besar,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Suherman mengajak seluruh elemen masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk meramaikan Kalteng Expo. Kehadiran dan daya beli masyarakat dinilai sebagai senjata utama untuk menyelamatkan UMKM.
“Dukungan kita terhadap UMKM sangat dibutuhkan, agar mereka bisa terus survive di tengah tekanan ekonomi global yang terus mengintai setiap hari,” pungkasnya. (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penyelenggaraan Kalteng Expo diharapkan tidak melenceng dari tujuan utamanya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Pemerintah daerah diingatkan agar ajang tahunan ini tidak terjebak menjadi kegiatan seremonial semata atau sekadar menjadi etalase pameran bagi perusahaan-perusahaan bermodal raksasa.
Pengamat ekonomi sekaligus akademisi, Suherman Juhari menekankan bahwa Kalteng Expo harus benar-benar memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menunjukkan eksistensinya.

“Harapannya Kalteng Expo bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan saja. Jangan sampai ini cuma menjadi ajang showcase bagi usaha yang bermodal besar. Harus ada ruang nyata bagi usaha mikro dan kecil di hadapan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegas Suherman, Senin (18/5/2026).
Suherman menggarisbawahi bahwa peranan pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada penyediaan fasilitas saat pameran berlangsung.
“Dukungan terhadap penggunaan produk lokal dalam setiap kegiatan pemerintahan menjadi langkah krusial. Jadi bukan hanya ramai saat expo berlangsung saja,” tuturnya.
Meski pemberian subsidi stan berbiaya terjangkau, pelatihan digital, dan pendampingan legalitas sangat penting, pemerintah dituntut untuk menciptakan pasar yang berkelanjutan pasca-expo.
“Pemerintah melalui dinas terkait wajib memiliki alokasi belanja khusus untuk menyerap produk UMKM, seperti suvenir, makanan, dan minuman,” ujarnya.
Suherman meyakini jika dikelola dengan tepat, Kalteng Expo mampu memberikan multiplier effect yang luar biasa.
Ia mencontohkan data transaksi pada expo tahun 2025 yang sukses menembus angka lebih dari Rp 7 miliar, belum termasuk perputaran uang di sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner.
Bagi UMKM, pameran ini bukan sekadar tempat mengejar omzet. Suherman menilai expo adalah laboratorium riset pasar yang sangat efektif bagi UMKM yang selama ini kesulitan mendapat akses pasar.
“Lewat interaksi langsung dengan konsumen, UMKM bisa memahami selera pasar, mendapat masukan untuk perbaikan kualitas, serta memperluas jaringan hingga membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha yang lebih besar,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Suherman mengajak seluruh elemen masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk meramaikan Kalteng Expo. Kehadiran dan daya beli masyarakat dinilai sebagai senjata utama untuk menyelamatkan UMKM.
“Dukungan kita terhadap UMKM sangat dibutuhkan, agar mereka bisa terus survive di tengah tekanan ekonomi global yang terus mengintai setiap hari,” pungkasnya. (her)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·