Pengamat soal Pesawat Garuda Berputar 4,5 Jam di India: Pemborosan Luar Biasa

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Ilustrasi Garuda Indonesia.. Foto: Ryan Fletcher/Shutterstock

Pesawat Garuda Indonesia harus berputar-putar di udara selama sekitar 4,5 jam di wilayah India akibat penutupan ruang udara terkait uji coba rudal.

Dilaporkan One Mile At Time, peristiwa itu terjadi pada 8 Mei 2026 pada pesawat Airbus A330-900neo dengan nomor penerbangan GA4208 rute Jeddah, Arab Saudi menuju Medan, Sumatera Utara.

Dalam kondisi normal, penerbangan sejauh sekitar 4.190 mil itu biasanya ditempuh dalam waktu sekitar delapan jam. Namun kali ini, perjalanan menelan waktu hingga 12 jam 39 menit akibat uji coba rudal Agni-6 milik India.

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Menanggapi hal tersebut, pengamat penerbangan, Gatot Raharjo, menilai hal tersebut adalah pemborosan yang luar biasa.

"Ini tentu saja pemborosan luar biasa. Berapa avtur yang terbuang, apalagi ini pesawat besar. Di tengah harga avtur yang meroket saat ini, kenapa kok malah membuang-buang avtur?" kata Gatot kepada kumparan, Senin (11/5).

Gatot pun mempertanyakan kenapa hal itu bisa terjadi. Padahal, menurutnya, setiap operasional penerbangan seharusnya sudah bisa diperhitungkan sebelumnya.

"Kedua, yang perlu ditanyakan kenapa ini bisa terjadi? Bukankah setiap operasional penerbangan, sebelum terbang harus dibuat flight plan, yang berisi rute yang harus dilalui serta kendala-kendalanya seperti misalnya ada tidaknya notam terkait penutupan wilayah udara, kondisi cuaca dan lain-lain," tuturnya.

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Dok. BNPB

Soal Penutupan Wilayah Udara

Lebih lanjut, Gatot menyatakan bahwa jika ada penutupan ruang udara seharusnya hal tersebut sudah diinformasikan dan diketahui sebelum pembuatan flight plan. Namun, berkaca dari insiden ini pesawat Garuda Indonesia tetap mengudara ketika adanya penutupan wilayah udara.

"Ini yang harus diselidiki, apakah ada kesalahan dalam pembuatan flight plan, atau apakah ada kendala saat operasional penerbangan di udara? Ini yang harus diselidiki, jangan sampai kejadiannya terulang kembali," tutupnya.

kumparan telah menghubungi pihak Garuda Indonesia terkait insiden tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak maskapai.