Manajer Manchester City Pep Guardiola memutuskan untuk mengambil istirahat panjang dari dunia sepak bola setelah merampungkan masa baktinya selama 10 tahun bersama klub berjuluk The Citizens tersebut.
Pertandingan melawan Aston Villa di Etihad Stadium pada Minggu (24/5) dipastikan menjadi laga pamungkas bagi pria asal Spanyol tersebut dalam menukari klub, seperti dilansir dari Detik Sport.
Kepergian pelatih yang sukses menyumbangkan 20 trofi dengan rata-rata dua gelar per musim ini menyisakan kesedihan mendalam bagi para pendukung serta pemain Manchester City.
Selama satu dekade kepemimpinannya, Guardiola hanya melewati dua musim tanpa raihan gelar, tepatnya pada tahun 2017 dan 2025, dengan torehan terbaik berupa treble winners musim 2022/2023 serta enam piala Premier League.
Obsesi besar terhadap taktik demi menciptakan tim yang tangguh ditengarai menguras energi Guardiola hingga muncul kabar bahwa hal tersebut memicu perpisahan dengan sang istri, Cristina Serra, tahun lalu akibat pelanggaran janji perpanjangan kontrak.
Kendati sempat dirumorkan bakal berlabuh ke klub Serie A atau menukangi Tim Nasional Spanyol, Guardiola kini memilih menutup rapat pembahasan mengenai kelanjutan karier sepak bolanya.
"Saya akan istirahat dulu. Ini bukan cuma soal 10 tahun, karena saya selalu bekerja selama 17, 18 tahun, setiap tiga hari, tiga hari, tiga hari, tiga hari, kecuali saat di New York," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Kepadatan jadwal kompetisi yang dijalani selama belasan tahun terakhir membulatkan tekad mantan pelatih Barcelona tersebut untuk menjauh sementara waktu dari atmosfer pertandingan.
"Saya mau bersantai dulu dan rileks. Untuk saat ini, saya merasa bakal istirahat lama deh," ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·