Perbanas Dorong Bank Perluas Penyaluran Kredit Melalui P2P Lending

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mendorong perbankan nasional untuk memperluas akses pembiayaan melalui kolaborasi dengan platform peer-to-peer (P2P) lending guna menjangkau segmen masyarakat yang belum terlayani secara optimal pada Rabu (15/4/2026).

Kemitraan strategis ini bertujuan untuk meningkatkan penyaluran kredit produktif bagi pelaku usaha mikro dan ultramikro di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai lebih efisien bagi perbankan karena tidak perlu membangun infrastruktur fisik baru dari awal, sebagaimana dilansir dari Money.

Ketua Bidang Pengembangan Produk Perbanas, Michellina Laksmi Triwardhany, menjelaskan bahwa teknologi underwriting digital milik P2P lending menjadi pelengkap bagi kekuatan modal perbankan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menutup celah pembiayaan yang selama ini sulit dijangkau oleh prosedur perbankan konvensional.

"Dengan menggunakan kemampuan P2P lending, bank bisa leverage dan perluas aksesnya," ujar Michellina Laksmi Triwardhany, Ketua Bidang Pengembangan Produk Perbanas. Ia menambahkan bahwa setiap bank harus memiliki standar kemitraan yang jelas terkait tata kelola dan manajemen risiko untuk menjaga stabilitas ekosistem keuangan.

Data White Paper Perbanas dan Aftech menunjukkan rasio kredit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada periode 2024–2025 berada di angka 36,4 persen. Angka tersebut masih tertinggal jauh dari rata-rata negara berpendapatan menengah atas di Asia Timur dan Pasifik yang mencapai 74,46 persen.

Industri P2P lending sendiri mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 34 persen pada periode 2019–2024. Porsi outstanding kredit bank yang disalurkan melalui platform pindar juga meningkat dari 0,05 persen pada Januari 2021 menjadi 1,30 persen pada April 2025.

Model kerja sama yang berkembang saat ini meliputi joint financing, channeling, hingga banking-as-a-service. Selain itu, terdapat variasi produk seperti pembiayaan invoice, supply chain financing, serta layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang dapat dimanfaatkan untuk sektor produktif.

Perbanas menekankan bahwa elemen paling krusial dalam kolaborasi ini adalah penyelarasan selera risiko dan disiplin review kualitas portofolio. Hal ini diperlukan untuk memastikan pertumbuhan pembiayaan tidak mengorbankan kualitas aset dan reputasi perbankan di mata masyarakat.