Permintaan dollar Singapura (SGD) di sejumlah money changer di Jakarta mengalami peningkatan signifikan akibat pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap berbagai mata uang asing pada Jumat (29/5/2026).
Dilansir dari Money, mata uang Negeri Singa tersebut kini menjadi salah satu valuta asing yang paling diminati masyarakat selain dollar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan catatan Permata Institute for Economic Research (PIER), rupiah bahkan melemah sekitar 6 persen terhadap dollar Singapura secara year to date per 22 Mei 2026, lebih dalam dari pelemahan terhadap dollar AS yang berkisar 5 persen.
Staff PT Daffa Indo Valuta, Aris menjelaskan bahwa tingginya minat terhadap dollar Singapura dalam sepekan terakhir dipicu oleh langkah masyarakat yang menjadikannya alternatif penyimpanan nilai. Pelemahan rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026) berada di level Rp 17.880 per dollar AS, sementara terhadap dollar Singapura sempat menyentuh Rp 14.000 sebelum ditutup di posisi Rp 13.992.
"Biasanya diincar itu dollar Singapura. Paling banyak diincar itu. Untuk investasinya lumayan juga," ujar Aris, Staff PT Daffa Indo Valuta.
Aris menambahkan bahwa selain faktor investasi, lonjakan permintaan ini juga didorong oleh momentum liburan dan tingginya mobilitas warga ke Singapura. Mata uang lain seperti riyal Arab Saudi, baht Thailand, dan ringgit Malaysia turut diburu untuk kebutuhan ibadah haji serta wisata.
"Karena mungkin ini kemarin-kemarin lagi musim haji, uang riyal lagi laku. Terus ini musim liburan ya, kalau Indonesia itu musim liburannya pasti yang laku uang Thailand, uang Singapura sama uang Malaysia," ungkap Aris, Staff PT Daffa Indo Valuta.
Kepala Cabang Dolarindo Samanhudi, Lucky juga membenarkan adanya kenaikan permintaan dollar Singapura dan mata uang Asia lainnya menjelang musim liburan sekolah untuk keperluan perjalanan ke luar negeri.
"Ada dollar Singapura, Vietnam, Malaysia, baht Thailand. Itu yang banyak dikunjungi oleh masyarakat terkait nanti menjelang liburan sekolah," ujar Lucky, Kepala Cabang Dolarindo Samanhudi.
Menurut Lucky, pelemahan rupiah saat ini terjadi secara menyeluruh terhadap berbagai mata uang asing utama dunia, termasuk yuan China, ringgit Malaysia, hingga yen Jepang.
"Semua menurut saya rupiah melemah, baik itu yuan China, ringgit Malaysia, dollar Singapura, euro, poundsterling, semua melemah. Yen Jepang pun sekarang juga tinggi," kata Lucky, Kepala Cabang Dolarindo Samanhudi.
Masyarakat kini banyak mengincar pecahan 100 dollar Singapura untuk investasi. Hal ini terjadi karena otoritas moneter Singapura telah menghentikan produksi pecahan 1.000 dollar Singapura sejak 1 Januari 2021 sehingga keberadaannya menjadi langka di pasar.
"Untuk Singapura kebanyakan sekarang juga pada mau simpan nih. Karena kan pecahan 1.000 dollar Singapura sendiri kan sudah mulai terbatas, jadi mereka sekarang menyimpannya pakai pecahan 100 dollar Singapura. Karena pecahan 1.000 dollar Singapura sendiri itu sudah mulai langka dan harganya sangat tinggi," jelas Lucky, Kepala Cabang Dolarindo Samanhudi.
Pada hari Jumat tersebut, Dolarindo Samanhudi menetapkan kurs beli dollar Singapura pada kisaran Rp 13.950 dan kurs jual sekitar Rp 14.035 per dollar Singapura.
40 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·