Pertamina Klarifikasi Isu Kru Kapal Gamsunoro yang Tertahan di Laut Arab

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Pertamina International Shipping (PIS) memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai keberadaan awak kapal asing di Kapal Gamsunoro yang saat ini tertahan di perairan Laut Arab pada Selasa (21/4/2026). Perusahaan menegaskan bahwa operasional armada di pasar global dilakukan secara profesional sesuai regulasi internasional.

Pelaksana Tugas Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa skema kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan kapal merupakan hal lumrah. Langkah ini diambil untuk meningkatkan performa perusahaan dalam persaingan industri pelayaran di tingkat dunia, sebagaimana dilansir dari Money.

"Kerja sama ini merupakan praktik lazim di dunia pelayaran internasional guna mendorong kapabilitas dan kapasitas perusahaan di kancah global," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).

Kapal Gamsunoro yang mengangkut kargo milik penyewa pihak ketiga tersebut memiliki jangkauan operasional lintas benua mulai dari Asia hingga Afrika. Manajemen menegaskan rekrutmen awak kapal tetap mengacu pada standar operasional yang ketat meskipun kapal sedang dalam masa sewa oleh pihak eksternal.

Fokus utama PIS saat ini adalah penguatan sektor angkutan maritim global demi mendongkrak pendapatan serta devisa negara. Strategi ekspansi tersebut dijalankan beriringan dengan upaya menjaga citra industri maritim Indonesia di mata internasional.

"Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam industri maritim dunia," ucap Vega.

Berdasarkan data internal Pertamina Group, mayoritas tenaga kerja pelaut yang dipekerjakan masih didominasi oleh warga negara Indonesia. Tercatat sebanyak 4.090 pelaut lokal mengisi pos di berbagai armada perusahaan, sementara proporsi kru asing hanya mencapai 6 persen atau setara 278 orang.

"Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94 persen," kata Vega.

Saat ini, Kapal Gamsunoro bersama VLCC Pertamina Pride masih tertahan di perairan Laut Arab karena penutupan Selat Hormuz oleh otoritas Iran. Penutupan akses jalur pelayaran tersebut merupakan imbas dari meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di wilayah Timur Tengah.

VLCC Pertamina Pride mengangkut pasokan minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi konsumsi energi dalam negeri. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini tengah berupaya melakukan langkah penyelamatan terhadap kedua aset negara tersebut.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa koordinasi lintas kementerian terus diintensifkan guna memastikan evakuasi berjalan lancar. Pihaknya menjalin komunikasi diplomatik dengan pemerintah Iran melalui bantuan Kementerian Luar Negeri.

"Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran, kolaborasi ESDM dengan Kemenlu juga kita lakukan terus. Doain ya," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).