Pertamina pastikan distribusi BBM normal pasca ledakan kapal

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Pontianak (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat tetap berjalan normal pascainsiden operasional kapal pengangkut BBM saat proses sandar di Jetty 2 Integrated Terminal (IT) Pontianak.

"Pada hari Senin (25/5) kemarin memang terjadi insiden ledakan pada kpal pengangkut BB, di Jetty 2 Integrated Terminal Pontianak.Namun, kami pastikan itu tidak akan menghambat distribusi BBM di tengah masyarakat," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, di Pontianak, Selasa.

Dia mengatakan pihaknya bergerak cepat melakukan pengamanan area dan penanganan operasional sesaat setelah terdengar suara keras di area haluan kapal sekitar pukul 13.17 WIB.

"Pertamina Patra Niaga bergerak cepat melakukan penanganan dan pengamanan area untuk memastikan keselamatan personel dan keamanan operasional," tuturnya.

Menurut dia, tim operasional IT Pontianak langsung menerapkan prosedur tanggap darurat dengan melakukan emergency shut down, evakuasi kru kapal, serta pemantauan kondisi di sekitar lokasi guna memastikan situasi terkendali.

Ia memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, beberapa awak kapal mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Selain memastikan keselamatan personel, Pertamina juga menegaskan bahwa muatan BBM di kapal dalam kondisi aman sehingga tidak mempengaruhi rantai distribusi energi di Kalimantan Barat.

Edi menjelaskan stok Pertalite di IT Pontianak saat ini berada dalam kondisi mencukupi karena didukung ketersediaan floating stock serta suplai kapal berikutnya yang telah berada di area Pontianak.

"Kami memastikan stok dan penyaluran BBM tetap berjalan normal. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan energi untuk Kalimantan Barat aman," kata Edi.

Ia menambahkan, langkah mitigasi operasional terus dilakukan agar pelayanan distribusi energi kepada masyarakat tidak terganggu.

Pertamina juga melakukan koordinasi intensif bersama pemangku kepentingan terkait guna mendukung proses penanganan dan investigasi lanjutan sesuai prosedur keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan (Health, Safety, Security & Environment/HSSE).

Kejadian tersebut menjadi perhatian serius perusahaan mengingat Integrated Terminal Pontianak merupakan salah satu titik strategis distribusi BBM di Kalimantan Barat yang menopang kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri.

"Pertamina berkomitmen menjaga keamanan operasional sekaligus memastikan kelancaran pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga," tuturnya.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.