Pemerintah Peru memutuskan untuk membatalkan upacara penandatanganan kontrak pembelian jet tempur F-16 senilai US$2 miliar atau setara Rp34,28 triliun dari perusahaan Amerika Serikat, Lockheed Martin Corp, pada Minggu (19/4/2026). Penundaan kesepakatan militer ini memicu ketegangan diplomatik antara Lima dan Washington.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, pembatalan tersebut memicu reaksi keras dari Duta Besar Amerika Serikat untuk Peru, Bernie Navarro. Melalui unggahan di media sosial X, Navarro menyatakan sikap tegas terkait komitmen kerja sama antara kedua negara tersebut pasca penundaan acara yang seharusnya digelar Jumat lalu.
"setiap alat yang tersedia" terhadap mereka yang "berurusan dengan AS dengan niat buruk dan merusak kepentingan AS." kata Bernie Navarro, Duta Besar AS untuk Peru.
Presiden Sementara Peru, Jose Maria Balcazar, memberikan klarifikasi terkait kebijakan penundaan tersebut. Menurutnya, langkah ini diambil untuk menghormati proses demokrasi karena Peru sedang berada dalam masa pemilihan umum putaran kedua antara Keiko Fujimori dan kandidat lainnya.
“Kami akan menyerahkan masalah sebesar ini kepada pemerintah baru,” kata Balcazar, Presiden Sementara Peru.
Keputusan ini didasari oleh besarnya nilai kontrak yang akan berdampak pada beban keuangan negara dalam jangka panjang. Balcazar menekankan bahwa keputusan final harus berada di tangan presiden definitif yang dijadwalkan dilantik pada Juli mendatang.
“Keputusan mengenai hal ini sangat penting dan akan menimbulkan utang yang sangat besar bagi negara.” lanjut Balcazar, Presiden Sementara Peru.
Selain Lockheed Martin dari Amerika Serikat, Peru diketahui juga mempertimbangkan jet tempur dari Saab AB (Swedia) dan Dassault Aviation SA (Prancis). Meskipun sebelumnya terdapat sinyal kuat kesepakatan akan berpihak pada AS, penundaan ini membuka kembali peluang bagi produsen dari negara lain.
“Komentar tersebut ditulis dengan cara yang tidak pantas atau tidak menghormati,” ujar Balcazar, Presiden Sementara Peru.
Balcazar juga menepis anggapan bahwa pemerintahannya menolak kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa koordinasi tersebut hanya bersifat penjadwalan ulang tanpa ada maksud membatalkan kerja sama secara permanen.
“Mungkin dia salah informasi karena saya sama sekali tidak menentang pembelian tersebut; yang saya katakan hanyalah menundanya, dan tidak ada bahaya dalam hal itu.” ucap Balcazar, Presiden Sementara Peru.
Sumber yang mengetahui masalah ini mengonfirmasi kepada Bloomberg bahwa kontrak tersebut mencakup pengadaan selusin jet tempur F-16. Hingga saat ini, Kementerian Pertahanan Peru dan pihak Lockheed Martin belum memberikan keterangan resmi tambahan mengenai kelanjutan proses pengadaan tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·