Pesawat yang mengangkut Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez melakukan pendaratan darurat di Turki pada Minggu (3/5/2026) setelah ditemukan kendala teknis dalam penerbangan. Insiden ini terjadi saat Sanchez sedang dalam perjalanan menuju Armenia untuk menghadiri agenda Komunitas Politik Eropa (EPC) di Yerevan.
Kepastian mengenai insiden tersebut dikonfirmasi oleh pemerintah Spanyol menyusul laporan yang beredar di sejumlah media. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, pendaratan di Turki dilakukan demi alasan keselamatan seluruh delegasi yang ikut serta dalam rombongan kepresidenan tersebut.
Pemerintah Spanyol menjelaskan bahwa jadwal perjalanan mengalami perubahan akibat situasi ini sehingga rombongan harus menetap sementara di ibu kota Turki. Para pejabat terkait segera mengatur logistik untuk memastikan perjalanan dapat dilanjutkan kembali pada hari berikutnya.
"Delegasi Spanyol akan bermalam di Ankara sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke Armenia pada pagi hari," demikian menurut pernyataan dari pemerintah Spanyol, dilansir kantor berita AFP, Senin (4/5/2026).
Otoritas terkait tidak memberikan rincian lebih mendalam mengenai kerusakan atau jenis gangguan spesifik yang dialami oleh pesawat tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan seluruh anggota delegasi sebelum terbang menuju lokasi pertemuan tingkat tinggi para pemimpin Eropa.
Pertemuan EPC di Yerevan, ibu kota Armenia, dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin (4/5). Pedro Sanchez diperkirakan akan tetap hadir dan bergabung dengan para pemimpin Eropa lainnya setelah sempat tertahan di Ankara akibat kendala teknis transportasi udara tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·