Hankook perkuat kualitas karet lewat program berkelanjutan pada petani

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan ban yang berbasis di Cikarang, Jawa Barat, PT Hankook Tire Indonesia memperkuat komitmen terhadap praktik keberlanjutan dengan menyalurkan bantuan bahan dan pelatihan kepada petani karet di Sumatera Selatan guna meningkatkan kualitas dan konsistensi pasokan karet alam dari hulu.

Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun menyatakan bahwa program itu ditujukan untuk menjawab tantangan di sektor hulu industri karet, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi.

"Kami memahami bahwa ban berkualitas berawal dari karet yang diolah dengan proses koagulasi yang tepat, namun penggunaan bahan koagulan tertentu masih berisiko bagi kesehatan dan lingkungan," kata Jung Jinkyun dalam keterangan tertulis pada Senin.

Melalui inisiatif bertema "Coagulant Aid Program for Quality and Sustainable Rubber", perusahaan menyalurkan bahan penggumpal karet berupa 2.500 kg asam format (formic acid), 1.000 kg pupuk NPK, serta 200 pisau sadap kepada petani.

Sejalan dengan kondisi tersebut, program ini menjadi bagian dari upaya Hankook dalam memperkuat kualitas karet dari hulu. Melalui inisiatif ini, perusahaan juga mendorong proses produksi yang lebih optimal, sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang digunakan dalam produk ban Hankook.

"Oleh karena itu, melalui donasi asam format hari ini, kami menghadirkan solusi bahan pengental ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan para petani. Serta memastikan bahwa proses pengolahan yang lebih terstandarisasi, efisien, kualitas bahan baku dapat lebih terjamin," kata Jung Jinkyun.

Baca juga: Tekan stunting, Hankook Indonesia gelar program kesehatan di Cikarang

Selain bantuan alat produksi, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan teknis dan demonstrasi langsung kepada 200 petani karet, terkait penggunaan formic acid yang tepat dan aman.

Edukasi itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani dalam mendukung kualitas hasil panen yang unggul dan berkelanjutan, serta memastikan penggunaan pupuk dan asam format dilakukan secara tepat sesuai takaran yang dianjurkan, guna mencegah potensi pencemaran lingkungan sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya produksi.

Jung Jinkyun menjelaskan, formic acid berperan penting dalam proses pengolahan karet, khususnya dalam membantu pengentalan lateks agar menghasilkan kualitas bahan baku yang lebih konsisten dan sesuai standar industri ban.

Sementara itu, Chaikrit Rattana selaku Direktur PT Sri Trang Lingga Indonesia, mitra strategis Hankook dalam distribusi bahan baku karet alam berspesifikasi teknis yang berasal dari petani lokal, mengatakan bahwa menjaga kualitas karet membutuhkan proses yang konsisten sejak awal.

"Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pengolahan karet, tetapi juga memperkuat hubungan antara petani dan pelaku industri," kata dia.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022, Hankook secara konsisten mengimplementasikan dan memperluas program ini ke berbagai wilayah sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan produktivitas petani karet sekaligus memperkuat praktik pengadaan yang bertanggung jawab di sektor karet alam.

Selain itu, sejak tahun 2018, Hankook, yang terdaftar sebagai anggota "Global Platform for Sustainable Natural Rubber" (GPSNR) telah menerapkan kebijakan karet alam berkelanjutan guna menjunjung tinggi transparansi, melindungi hak asasi manusia, serta menjaga kelestarian lingkungan, termasuk melalui upaya pencegahan deforestasi dan perlindungan lahan gambut.

Ke depan, Hankook Tire Indonesia berencana menjadikan program ini sebagai inisiatif tahunan berkelanjutan, dengan fokus pada penguatan edukasi petani, peningkatan kualitas bahan baku, serta penerapan praktik pengolahan karet yang lebih ramah lingkungan dan terstandarisasi.

Baca juga: Hankook perkuat jaringan distributor, optimalkan peluang pasar 2026

Baca juga: Mengenal peran penting ban untuk menjaga efisiensi EV

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.