Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperketat pengawasan bagasi jemaah di Bandara Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah, pada Jumat (1/5/2026). Langkah ini diambil guna menjamin keamanan koper dari kerusakan selama proses bongkar muat hingga distribusi ke hotel.
Kebijakan baru pada tahun 2026 menetapkan penempatan koper jemaah kategori fast track maupun non fast track di satu gedung khusus kargo dan bagasi. Pengaturan ini bertujuan untuk mempermudah pemantauan yang dilakukan oleh petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan lima personel yang terbagi dalam lima sif kerja. Tim ini bertanggung jawab mengawal operasional pemindahan koper dari drop baggage area hingga masuk ke dalam kontainer.
"Koper jemaah dipastikan sejak awal kedatangan, kami telah melakukan pengawasan penanganan koper di drop baggage area," kata Abdul Basir saat ditemui di Bandara Madinah, Jumat (1/5/2026).
Basir menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara mendetail terhadap teknis kerja petugas kargo di lapangan. Fokus utama terletak pada cara pemindahan fisik koper agar tidak terjadi kerusakan akibat penanganan yang kasar.
"Pengawasan dilakukan dari cara mereka melakukan pengangkatan koper sampai memasukan ke dalam kontainer," ungkap Basir.
Jika terjadi kerusakan koper, jemaah disarankan untuk segera melakukan pengecekan ulang setibanya di hotel masing-masing. Kerusakan yang teridentifikasi harus dilaporkan kepada petugas sektor atau Daker untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Nanti akan dicarikan solusi sementara seperti misalnya wrapping," kata Basir.
Basir menambahkan bahwa mekanisme penggantian koper yang rusak akan melibatkan proses asesmen dari pihak maskapai penerbangan. Proses ini biasanya diselesaikan menjelang kepulangan jemaah ke tanah air.
"Untuk penggantian yang akan mengasesmen adalah dari maskapai. Jika perlu ada penggantian akan dilakukan bisa saat jelang jemaah pulang," kata dia.
Berdasarkan data operasional hingga Jumat (1/4/2026) pukul 06.00 WAS, tercatat sebanyak 158 kelompok terbang (kloter) telah mendarat di Madinah. Total jemaah yang tiba mencapai 61.407 orang, termasuk di antaranya 13.186 jemaah kategori lanjut usia.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·