Teheran (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan memenuhi tuntutan yang berlebihan dari musuh, sembari mengutuk upaya para musuh melanjutkan perang ekonomi terhadap Iran.
Dalam pertemuan bersama anggota Kamar Dagang, Industri, Pertambangan, dan Pertanian Iran, Senin, Pezeshkian menegaskan negosiasi sudah diatur sedemikian rupa agar hak-hak bangsa Iran dapat dijaga sepenuhnya.
Dengan demikian, lanjutnya, Pemerintah Republik Islam Iran tidak akan takluk pada tekanan dan tidak memenuhi tuntutan yang berlebihan dalam keadaan apa pun.
Baca juga: Siap yakinkan dunia, Iran: Kami tak kembangkan senjata nuklir
Meski musuh-musuh negara telah mengganti taktik mereka menjadi perang ekonomi setelah kegagalan operasi militer, Iran akan tetap bertahan dan berhasil melalui fase saat ini. Asalkan, pemerintah dan sektor swasta berkolaborasi dengan semangat solidaritas, empati, dan kerja sama, katanya.
Dalam pernyataan di media sosial X, Presiden Pezeshkian mengatakan negaranya senantiasa menghormati komitmen dan menjajaki semua langkah untuk mengakhiri perang. Dia menegaskan pihaknya terbuka untuk diskusi.
"Semua jalur tetap terbuka dari kami. Memaksa Iran untuk menyerah dengan cara kekerasan hanyalah ilusi semata. Sikap saling menghargai dalam diplomasi jauh lebih bijak, aman, dan berkelanjutan daripada peperangan," ujar Pezeshkian.
Sumber: IRNA-OANA
Baca juga: Pezeshkian ke Paus: Iran tetap berkomitmen pada diplomasi solusi damai
Baca juga: Pezeshkian: Iran siap penuhi standar global untuk program nuklir damai
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·