PGN Gagas Perluas Pemanfaatan CNG Dukung Bauran Energi Nasional

Sedang Trending 59 menit yang lalu

PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) tengah mendorong optimalisasi penggunaan compressed natural gas (CNG) guna memperluas bauran energi nasional seiring langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kajian kebijakan energi. Langkah anak usaha PGN ini bertujuan menyediakan pilihan energi domestik yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Pemanfaatan gas bumi dalam bentuk CNG dinilai sebagai solusi strategis karena infrastrukturnya telah tersedia dan dapat dikembangkan secara bertahap. Sebagaimana dilansir dari Money, upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui akses energi yang terjangkau.

"Kami melihat ini bukan soal menggantikan satu energi dengan energi lain, melainkan memperluas pilihan," ujar Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan.

Santiaji menekankan pentingnya ketersediaan beragam sumber energi yang berbasis pada sumber daya dalam negeri guna memenuhi kebutuhan berbagai sektor. PGN Gagas memastikan pengembangan CNG akan terus disesuaikan dengan regulasi pemerintah dan kondisi pasar saat ini.

"Masyarakat maupun pelaku usaha membutuhkan akses terhadap beragam sumber energi yang andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri. CNG merupakan salah satu opsi energi yang telah tersedia dan dapat terus dikembangkan secara bertahap sesuai dengan arah kebijakan pemerintah," lanjut dia.

Sepanjang tahun 2025, PGN Gagas tercatat telah menyalurkan sebanyak 4.656.449 MMBTU gas bumi melalui layanan CNG dan LNG. Perusahaan saat ini mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang tersebar di tujuh provinsi untuk melayani kebutuhan transportasi dan industri.

Layanan Gasku rata-rata melayani pengisian untuk 2.200 kendaraan setiap harinya, sementara layanan Gaslink telah menjangkau lebih dari 600 pelanggan di segmen industri, komersial, dan UMKM. Penyaluran melalui Gaslink sendiri mencapai 4.067.002 MMBTU selama periode tahun 2025.

Perusahaan juga didukung oleh fasilitas kompresi gas dan armada Gas Transport Module (GTM) untuk memastikan kelancaran distribusi. Seluruh pasokan gas bumi ini telah terintegrasi dengan jaringan infrastruktur PGN sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina.

"Semakin beragam pilihan energi yang tersedia, semakin kuat ketahanan energi kita sebagai bangsa," kata Santiaji.

Pihak manajemen menyatakan bahwa kehadiran CNG berfungsi untuk memperkuat ekosistem energi nasional yang sudah ada tanpa meniadakan peran energi lainnya. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan terus dilakukan untuk menyempurnakan kebijakan pemanfaatan gas bumi.

"CNG hadir sebagai salah satu opsi yang melengkapi energi eksisting dalam kerangka bauran energi nasional," tambah dia.

PGN Gagas menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Kementerian ESDM dalam proses kajian teknis maupun pengembangan kebijakan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat perwujudan kemandirian energi di Indonesia melalui optimalisasi gas domestik.

"Kami siap berkontribusi secara optimal sebagai mitra pemerintah, sesuai dengan kebutuhan dan arah kebijakan yang ditetapkan, dalam mendukung terwujudnya kemandirian dan ketahanan energi nasional," tutup Santiaji.