Indeks Baltic Dry Melonjak Dipicu Kenaikan Tarif Kapal Capesize

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Indikator utama tarif pengiriman barang curah melonjak ke level tertinggi sejak Desember 2023 pada Rabu (6/5/2026). Kenaikan signifikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan kapal Capesize di tengah semakin ketatnya pasokan armada yang mengangkut komoditas mentah secara global.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, Indeks Baltic Dry mencatat kenaikan sebesar 5,6% hingga menyentuh angka 2.991 poin. Indikator ini merupakan pelacak biaya logistik untuk kapal jenis Capesize, Panamax, dan Supramax yang membawa muatan strategis seperti batu bara, bijih besi, serta biji-bijian.

Pranay Shukla, Kepala Riset Pengiriman Barang Curah Kering dan Komoditas di S&P Global Energy, menjelaskan bahwa kondisi pasar untuk segmen Capesize mengalami penguatan tajam dalam dua pekan terakhir.

"meningkat tajam selama dua pekan terakhir" ujar Pranay Shukla, kepala riset pengiriman barang curah kering dan komoditas di S&P Global Energy.

Kondisi ini disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan armada di wilayah Pasifik serta hambatan pada pengiriman bijih besi dari Brasil. Selain itu, langkah lindung nilai terhadap tarif pengiriman masa depan turut memperparah situasi pasar saat ini.

Data dari S&P Global Energy memprediksi tren ekspor komoditas curah yang kuat pada bulan April akan terus berlanjut hingga Juni mendatang. Segmen Capesize sendiri mendominasi sekitar 40% dari porsi indeks tersebut karena keterkaitannya yang erat dengan industri baja.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah juga memberikan tekanan pada struktur biaya angkutan laut dunia.

"akselerator yang didorong oleh volatilitas, memperkuat pergerakan pasar angkutan dan meningkatkan sentimen," ujar pialang kapal Ifchor Galbraiths.

Pengaruh perang tersebut memperkuat fluktuasi pasar dan memengaruhi sentimen para pelaku industri pengiriman. Sementara itu, di pasar Singapura, harga berjangka bijih besi berada pada level US$110,70 per ton setelah sempat naik tipis saat aktivitas pasar di China kembali pulih pasca-liburan.