PHE Gandeng ExxonMobil dan Perusahaan Korsel Garap Proyek CCS Lintas Negara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Pertamina Hulu Energi bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited dan dua perusahaan asal Korea Selatan menandatangani kerja sama studi pengembangan proyek carbon capture and storage lintas negara pada Sabtu (23/5/2026).

Dilansir dari Money, kesepakatan Joint Study Agreement tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PHE Awang Lazuardi, Vice President SK Innovation Jongmun Lee, Vice President SK Earthon Dooyun Park, dan President ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited Egon E Van Der Hoeven.

Dua perusahaan Korea Selatan yang terlibat adalah SK Innovation dan anak usahanya, SK Earthon, yang bergerak di bidang eksplorasi minyak bumi dan gas alam. Kerja sama ini mencakup studi pendahuluan dan studi kelayakan proyek lintas batas dengan mengirimkan karbon dioksida dari Korea Selatan untuk disimpan di CCS Hub Asri Basin di perairan antara Jawa dan Sumatera.

"Melalui kolaborasi strategis ini, PHE bersama mitra global berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem CCS yang terintegrasi di Indonesia," kata Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, dalam keterangannya.

Kesepakatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam pengembangan ekosistem CCS di kawasan Asia Pasifik serta menunjukkan komitmen para pihak dalam mendukung proyek dekarbonisasi dan target net zero emission. Hubungan bisnis rendah karbon di tingkat internasional juga diperkuat melalui proyek yang berpotensi menarik investasi hingga 600 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 10,6 triliun ini.

"Inisiatif ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya dekarbonisasi, tetapi juga membuka peluang investasi baru, transfer teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan CCS di kawasan Asia Pasifik," ujar Hermansyah.

Kajian PHE menunjukkan proyek tersebut berpotensi menciptakan 2.000 lapangan kerja selama masa pembangunan untuk setiap kapasitas penyimpanan CO2 sebesar 1 juta ton per tahun. Dalam menjalankan bisnis hulu migas ini, PHE berkomitmen menerapkan prinsip environmental, social, and governance serta menerapkan Zero Tolerance on Bribery melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

"Memastikan perusahaan bersih dari penyuapan," tutur Hermansyah.