PLN EPI proyeksikan kebutuhan energi primer tumbuh lima persen/tahun

Sedang Trending 55 menit yang lalu
PLN EPI ada di sektor energi primer. Kami memastikan supply fuel ke pembangkit secara sustain dan reliable

Jakarta (ANTARA) - PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) memproyeksikan kebutuhan energi primer pembangkit listrik hingga 2035 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar lima persen per tahun.

Kepala Satuan Perencanaan Korporat Manajemen Energi Primer PLN EPI Anggoro Wisaksono, dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Kamis, mengatakan dalam proyeksi tersebut, batu bara masih menjadi komponen terbesar dalam bauran energi primer pembangkitan.

Sementara, gas bumi akan memainkan peran penting sebagai energi transisi untuk mendukung fleksibilitas pembangkit di tengah meningkatnya pasokan energi baru dan terbarukan (EBT).

Anggoro menyatakan PLN EPI telah menyiapkan strategi besar penguatan pasokan energi primer nasional di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi energi nasional.

"Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur gas nasional dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia," jelasnya saat menjadi pembicara dalam acara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Power Development Forum 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Anggoro mengatakan perencanaan ketenagalistrikan nasional harus dilakukan secara menyeluruh dari sisi demand listrik, pembangkit, transmisi, distribusi, hingga energi primer.

"PLN EPI ada di sektor energi primer. Kami memastikan supply fuel ke pembangkit secara sustain dan reliable," ujarnya.

Menurut dia, proyeksi kebutuhan listrik menjadi titik awal perencanaan bisnis ketenagalistrikan karena menentukan kebutuhan kapasitas pembangkit, jaringan, hingga pasokan energi primer.

Sementara, energi primer menjadi faktor utama yang memastikan pembangkit memiliki pasokan bahan bakar yang aman, kompetitif, dan berkelanjutan.

Baca juga: PLN EPI kembangkan bioenergi sorgum di Gorontalo

Baca juga: PLN EPI pastikan infrastruktur dibarengi perlindungan ekosistem

Anggoro menegaskan ke depan, batu bara dan gas masih menjadi tulang punggung keandalan sistem kelistrikan selama masa transisi energi berlangsung.

"Batu bara dan gas tetap berperan menjaga reliability sistem selama masa transisi, terutama untuk memenuhi stabilitas sistem," katanya.

Selain itu, PLN EPI juga mulai memperluas pemanfaatan biomassa melalui skema co-firing di PLTU.

Menurut Anggoro, langkah ini membuka peluang bagi pelaku usaha nasional untuk masuk dalam rantai pasok biomassa.

"Selain batu bara dan gas, nanti ada biomassa. Ini opportunity juga untuk pengusaha muda," ujarnya.

Di sisi infrastruktur, PLN EPI menyiapkan pengembangan berbagai proyek midstream gas nasional yang tersebar dari Sumatera hingga Papua.

Infrastruktur tersebut mencakup pembangunan FSRU, LNG carrier, ORU, hingga proyek gasifikasi di berbagai wilayah.

Beberapa proyek strategisnya antara lain FSRU Jawa Barat 1 dan 2, FSRU Jawa Timur, FSRU Bali, serta FSRU Cilegon.

Total kapasitas regasifikasi yang disiapkan mencapai 3.850 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dengan kapasitas penyimpanan LNG sebesar 1,2 juta meter kubik.

Menurut Anggoro, pembangunan infrastruktur gas menjadi penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyak sistem kelistrikan terisolasi.

"Kita ini negara kepulauan, banyak sistem isolated di pulau-pulau kecil maupun besar. Ini merupakan tantangan tersendiri," katanya.

Anggoro juga menyinggung dampak ketegangan geopolitik global, termasuk situasi di Selat Hormuz, Timur Tengah, terhadap sektor energi nasional.

Ia memastikan kondisi pasokan energi primer PLN EPI masih aman.

Sementara untuk gas, PLN EPI mengandalkan kombinasi produksi domestik dan kemitraan global.

Menurut Anggoro, kerja sama dengan partner global menjadi penting karena sebagian produksi gas nasional masih terikat kontrak ekspor jangka panjang.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan partner global sangat diperlukan," katanya.

Hadir pula dalam acara tersebut sebagai pembicara Vice President Business Development Generation I PLN Nusantara Power Dedy Marsetioadi dan Vice President Pengembangan Usaha PLN Nusa Daya Hery Affandi.

Baca juga: PLN: LNG jadi tulang punggung transisi energi nasional hingga 2034

Baca juga: PLN EPI proyeksikan permintaan gas naik 4,5 persen per tahun

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.