PLN Targetkan 4.118 Proyek Kelistrikan dalam RUPTL 2025&2034

Sedang Trending 23 jam yang lalu

PT PLN (Persero) memproyeksikan percepatan transisi energi melalui eksekusi 4.118 proyek yang terhimpun dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Langkah strategis ini dilakukan di tengah tantangan volatilitas harga logistik global dan nilai tukar mata uang asing pada Jumat (17/4/2026).

Target besar tersebut mencatatkan kenaikan volume proyek yang sangat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Sebagai perbandingan, dilansir dari Money, RUPTL sebelumnya hanya mencakup sekitar 2.800 proyek dalam rentang waktu 10 tahun.

Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah menegaskan komitmen penuh perusahaan untuk mendukung agenda besar pemerintah di sektor energi hijau. Upaya ini merupakan pondasi utama dalam meraih kemandirian energi nasional yang berkelanjutan.

"PLN siap dan komit dengan tujuan pemerintah untuk transisi energi dan pencapaian net zero emission pada 2060," ujar Chairani Rachmatullah, Direktur Utama PLN Enjiniring.

Peningkatan jumlah proyek ini adalah bagian dari peta jalan untuk mengerek kapasitas listrik nasional dari 100 gigawatt menjadi 400 gigawatt pada 2060. Kebijakan ini menitikberatkan pada pergeseran penggunaan energi fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 76 persen dari total tambahan kapasitas 69,5 gigawatt.

Meskipun memiliki rencana ambisius, Chairani mengidentifikasi adanya kendala teknis terkait persebaran sumber energi yang tidak merata di wilayah Indonesia. Hal ini menciptakan tantangan dalam distribusi daya ke pusat-pusat beban yang ada.

"Kita melihat ada mismatch. Sumber EBT ada di banyak tempat, tapi demand masih terpusat," ujar Chairani Rachmatullah, Direktur Utama PLN Enjiniring.

Guna mengatasi ketimpangan tersebut, PLN berencana membangun jaringan super grid sepanjang 48.000 kilometer sirkuit serta meningkatkan kapasitas gardu induk hingga 108.000 MVA. Fokus jangka pendek pada tahun 2026 mencakup 574 proyek prioritas dengan total nilai investasi mencapai Rp 291,9 triliun.

Data operasional menunjukkan bahwa 278 proyek tahap awal telah memasuki proses pengadaan. Sementara itu, 387 proyek lainnya saat ini berada dalam fase desain enjiniring dan penyusunan dokumen lelang agar dapat segera dikontrak dalam waktu dekat.

Rencana ekspansi juga mencakup peluncuran 21 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi (BESS) berkapasitas 513 MWp. PLN juga mengonversi 741 lokasi PLTD berbasis BBM menjadi pembangkit surya melalui program digitalisasi sistem kelistrikan.