PM Malaysia keberatan Norwegia cabut lisensi ekspor rudal NSM

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan keberatan atas pencabutan lisensi ekspor rudal anti-kapal (Naval Strike Missile/NSM) oleh Norwegia.

Keberatan itu disampaikan langsung oleh Anwar kepada PM Norwegia Jonas Gahr Store lewat percakapan telepon, seperti disampaikan Anwar di Facebook dan dikutip di Kuala Lumpur, Kamis (14/5).

"Saya telah menyampaikan keberatan keras Malaysia dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, terkait keputusan sepihak dan tidak dapat diterima dari Norwegia untuk mencabut lisensi ekspor sistem Naval Strike Missile (NSM) beserta sistem peluncurnya, dengan dalih melindungi keamanan Norwegia," kata Anwar.

Anwar menegaskan Malaysia telah memenuhi seluruh kewajiban dalam kontrak tersebut sejak 2018 secara cermat dan dengan itikad baik.

"Namun tampaknya Norwegia tidak merasa perlu menunjukkan sikap yang sama kepada kami maupun menjunjung itikad baik tersebut," tegasnya.

Menurut Anwar, langkah Norwegia itu akan berdampak serius terhadap kesiapan operasional pertahanan Malaysia dan program modernisasi Littoral Combat Ship (LCS).

Ia juga menilai langkah tersebut dapat menimbulkan dampak lebih luas terhadap keseimbangan kawasan.

"Kontrak bukanlah konfeti yang bisa ditebarkan secara sewenang-wenang. Jika pemasok pertahanan Eropa merasa berhak mengingkari komitmen tanpa konsekuensi, maka nilai mereka sebagai mitra strategis akan lenyap begitu saja," ujar Anwar.

Baca juga: Malaysia: Serangan Israel ke Iran bawa Timur Tengah ke ambang bencana
Baca juga: Malaysia menyeru Pakistan-Afghanistan hentikan operasi militer

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.