Polisi Pastikan Isu Modus Kriminal Pocong Jadi&jadian di Kalideres Hoax

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Isu mengenai kemunculan sosok mirip pocong yang disebut sebagai modus kriminalitas baru sempat tersebar luas di tengah masyarakat. Kabar burung ini salah satunya dilaporkan merebak di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Pihak kepolisian segera bergerak cepat untuk melakukan penelusuran. Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, polisi memastikan bahwa kabar yang beredar di media sosial tersebut sama sekali tidak benar.

Dilansir dari Detikcom, kepolisian telah melakukan verifikasi melalui personel bhabinkamtibmas serta unit reserse kriminal di lokasi yang disebutkan.

"Kita udah cek melalui bhabinkamtibmas kita, unit reskrim. Yang disampaikan yang di medsosnya itu, nggak ada kejadian seperti itu," ujar Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Masyarakat di wilayah Kalideres sebenarnya sudah mendengar desas-desus mengenai dugaan aksi kejahatan tersebut. Informasi serupa dikabarkan juga muncul di wilayah lain seperti Tangerang, namun status kebenarannya belum dapat dibuktikan.

"Memang warga di situ (Kalideres) juga udah dapat informasi kayak seperti Tangerang, di tempat-tempat lain ada seperti itu katanya, masih simpang siur. Hoaks," ucapnya.

Aparat mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan bersikap selektif dalam menerima setiap informasi. Konfirmasi ke sumber resmi sangat diperlukan sebelum menyebarluaskan unggahan dari media sosial.

"Ya, imbauannya untuk warga ya jangan mudah percaya berita-berita yang di medsos kan kalau belum dikonfirmasi ke sumbernya," tutupnya.

Kabar bohong ini awalnya bermula dari unggahan foto di platform digital yang memperlihatkan sosok berpakaian putih. Pengunggah mengklaim makhluk tersebut menampakkan diri di area depan kediaman neneknya.

Meskipun demikian, unggahan itu tidak menyertakan keterangan waktu yang jelas mengenai pengambilan foto. Narasi di media sosial hanya memfokuskan lokasi kejadian berada di wilayah Kalideres.

Isu yang terlanjur viral ini sempat memicu kekhawatiran karena dikaitkan dengan potensi tindakan kriminal. Narasi yang berkembang menuduh aksi teror pocong sengaja dirancang sebagai kedok untuk mempermudah aksi pencurian, perampokan, serta menakut-nakuti warga setempat.