Aparat kepolisian menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap pengendara motor listrik di Jalan Dharma Wanita V, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu (26/4) sore. Insiden yang terekam kamera pengawas tersebut mengakibatkan korban mengalami luka bakar kimia pada bagian tubuh sebelah kanan.
Penyelidikan intensif saat ini tengah dilakukan oleh pihak berwenang guna mengungkap motif di balik serangan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Tim penyidik telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi di sekitar area peristiwa.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, mengonfirmasi bahwa proses pengumpulan bahan keterangan masih berlangsung di lapangan untuk memperjelas duduk perkara kasus tersebut.
"Lagi lidik. Masih di TKP, kita lagi mengumpulkan baket (bahan keterangan)," tutur AKP Parman Gultom.
Hingga saat ini, pihak kepolisian baru mengamankan satu orang terduga pelaku yang proses penangkapannya dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang teridentifikasi ikut terlibat dalam aksi penyerangan di jalan raya tersebut.
"Satu (pelaku ditangkap)," kata AKP Parman Gultom.
Mengenai status hukum terduga pelaku, AKP Parman Gultom menyebutkan bahwa yang bersangkutan sudah berada dalam penanganan pihak kepolisian daerah untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Sudah diamankan Polda," ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, korban sempat tidak merasakan sakit sesaat setelah terkena cairan, namun perlahan mulai merasakan sensasi panas yang hebat di kulitnya. Warga yang melihat kejadian tersebut segera melarikan korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Saksi mata bernama Slamet membeberkan kondisi korban yang mengalami luka pada bagian tubuh sisi kanan akibat paparan cairan kimia yang disiramkan oleh pelaku.
"Di bagian badan kanan. Awalnya katanya nggak terasa, tapi lama-lama panas," kata Slamet.
Dugaan awal pemicu tindakan kriminal ini berkaitan dengan perselisihan yang terjadi setelah pertandingan olahraga yang melibatkan kedua belah pihak sebelum insiden penyiraman terjadi.
"Katanya (korban) habis sparing main bola atau futsal. Mungkin ada sikut-sikutan atau apa, terus jadi marah," kata Slamet.
Selain faktor emosi saat bertanding, terdapat indikasi bahwa ketidakpuasan terkait hasil kesepakatan dalam pertandingan tersebut menjadi alasan pelaku melakukan pengejaran dan penyiraman.
"Katanya karena pelaku kalah dan tidak terima soal taruhan," ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·