Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Tiga Penjambret Warga Negara Asing

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Aparat kepolisian berhasil menangkap tiga pelaku penjambretan yang menyasar warga negara asing di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (21/5/2026). Kasus kriminalitas yang memanfaatkan kelengahan korban di lokasi keramaian tersebut kini telah berhasil diungkap petugas, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa para pelaku kejahatan jalanan belakangan ini kerap mengincar kawasan yang padat masyarakat. Selain menyasar warga lokal, beberapa aksi kriminalitas yang sempat terjadi di ibu kota juga menjadikan warga negara asing sebagai korban.

"Untuk saat ini memang kita sedang menyaksikan bahwa banyak kejadian, tidak hanya di Jakarta Pusat tapi di Jakarta. Banyak pelaku yang mencoba melakukan perbuatan curas, seperti begal maupun jambret, yang melakukannya di tempat ramai," ujar AKBP Roby Heri Saputra, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

Kepolisian mengidentifikasi bahwa para pelaku sengaja memanfaatkan situasi ketika korban sedang dalam kondisi lengah di tengah kepadatan aktivitas warga.

"Ya, tentu saja lokasi-lokasi yang menjadi incarannya adalah lokasi yang banyak korbannya yang tidak waspada, di mana keramaian terjadi. Dan ini juga beberapa kali terkena atau yang menjadi korban adalah warga negara asing," tutur AKBP Roby Heri Saputra.

Selain kasus yang menimpa warga asing, aparat juga berhasil menyelesaikan penanganan perkara pembegalan yang menimpa seorang petugas pemadam kebakaran di kawasan Gambir.

"Dari beberapa jambret dan begal yang viral, alhamdulillah kami dari Polres Jakarta Pusat sudah mengungkap. Salah satunya di antara lain yang viral dan sudah kami ungkap itu ada begal petugas damkar yang di Gambir, itu sudah kita tangkap dan kita ungkap," ucap AKBP Roby Heri Saputra.

Penangkapan lain juga dilakukan terhadap pelaku kejahatan di kawasan Jembatan Besi Sawah Besar serta pelaku pencurian ponsel yang terjadi di area Santa Ursula.

"Kemudian ada yang di Jembatan Besi, Sawah Besar, itu juga sudah kita tangkap, berhasil kita ungkap. Terus kemudian pencurian handphone warga negara asing yang di Santa Ursula," tambah AKBP Roby Heri Saputra.

Aksi kriminalitas lain yang juga berhasil diselesaikan adalah penjambretan ponsel milik warga negara Polandia di Menteng, serta penjambretan yang menimpa warga negara Italia di kawasan Bundaran HI.

"Kemudian kemarin yang terakhir dari Polandia, itu juga sudah ditangkap dan diungkap dari Polsek Menteng. Kemudian juga yang kemarin terjadi di Bundaran HI, itu juga sudah dikantongi dan sudah diungkap oleh Jatanras Polda Metro Jaya," jelas AKBP Roby Heri Saputra.

Keberhasilan pengungkapan berbagai kasus ini didukung penuh oleh pemanfaatan jaringan kamera pemantau yang tersebar di berbagai sudut jalan atas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Ini juga kita harapkan dapat mempermudah dalam proses lidik dan ungkap pelaku kejahatan, termasuk para pelaku agar berpikir 3 sampai 5 kali sebelum melakukan perbuatan kejahatan di Jakarta Raya ini khususnya, apa lagi di Jakarta Pusat," ungkap AKBP Roby Heri Saputra.

Kehadiran sistem pemantauan digital yang terintegrasi ini diyakini mampu mempersempit ruang gerak serta meminimalkan potensi terjadinya tindak pidana di wilayah Jakarta.

"Di mana sudah banyak CCTV yang dapat memantau pergerakan mereka, sehingga mereka tidak melakukan perbuatan kejahatan," tutup AKBP Roby Heri Saputra.