Polri Ekspor 100 Ton Jagung Panen Raya ke Malaysia

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Kepolisian Negara Republik Indonesia bersiap mengekspor 100 ton jagung hasil panen raya kuartal II menuju Malaysia guna meningkatkan kesejahteraan petani domestik. Kepastian ekspor ini disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri panen raya serentak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

Pengiriman komoditas pangan tersebut rencananya akan melewati jalur darat di perbatasan Jagoi Babang yang terletak di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Langkah ini menjadi bagian dari realisasi hasil panen kuartal kedua nasional yang secara total diproyeksikan mencapai jutaan ton.

Sebelum memaparkan target ekspor teranyar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terlebih dahulu membeberkan pencapaian program ketahanan pangan bentukan institusinya pada periode setahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, korps bhayangkara tercatat menanam jagung di atas lahan seluas ratusan ribu hektare.

"Hal ini juga turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional tahun 2025, sebesar 6,74 persen atau 1,8 juta ton. Untuk melanjutkan capaian tersebut, terdapat potensi lahan yang harus kami lanjutkan, yaitu seluas 1,37 juta hektare yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Jenderal Sigit.

Evaluasi program kemudian berlanjut pada capaian di awal tahun 2026. Menurut data kepolisian, panen raya kuartal I yang berlangsung pada Januari lalu di atas lahan seluas 91 ribu hektare sukses menghasilkan ratusan ribu ton jagung.

"Selanjutnya, pada hari ini, dengan dipimpin Bapak Presiden, kami akan melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II pada lahan seluas 189,760 hektare, dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton," ucap Jenderal Sigit.

Terkait mekanisme perdagangan luar negeri ini, pihak kepolisian memastikan bahwa distribusi komoditas ke negara tetangga dijalankan dengan tetap menguntungkan para petani lokal secara finansial.

"Sebanyak 100 ton hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat," ungkap Jenderal Sigit.

Skema niaga dilakukan melalui lembaga kemitraan yang membeli langsung hasil tani dengan nominal yang kompetitif sebelum didistribusikan ke wilayah Malaysia.

"Adapun koperasi membeli dari petani seharga Rp 6.500 kg, dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp 7.000 per kg. Dengan demikian, diperoleh margin keuntungan Rp 500/kg," imbuh Jenderal Sigit.

Sementara itu, khusus untuk wilayah penyelenggaraan utama di Kabupaten Tuban, aktivitas pertanian mengoptimalkan lahan kemitraan lingkungan. Area perhutanan sosial tersebut dikelola langsung oleh kelompok tani setempat.

"Dari luas lahan tersebut potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton, dan seluruh hasil panen akan dikirimkan ke Bulog guna mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan," jelas Jenderal Sigit.