Prabowo Sebut Makan Bergizi Gratis Putar Dana Rp10,8 Miliar di Desa

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak besar terhadap perekonomian lokal dengan menggerakkan uang belanja pemerintah sekitar Rp10,8 miliar ke wilayah pedesaan pada Sabtu (16/5/2026).

Sirkulasi dana pusat dari program baru ini dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan dengan alokasi dana desa konvensional yang rata-rata bernilai Rp1 miliar per desa, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

"Tiap hari di desa beredar uang 3.000 kali Rp 15.000, ada yang lebih ada yang sedikit, berkurang dan sebagainya. 3.000 kali Rp 15.000, Rp 45 juta tiap hari, dan di situ adalah 5 hari seminggu kali 4, 20 hari kali Rp 45 juta. Berarti Rp 900 juta tiap bulan, kali 12. 12 kali Rp 900 juta, Rp 10,8 miliar," katanya dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).

Pemerintah daerah setempat diwajibkan terlebih dahulu mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta dari dana desa guna membangun fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang diproyeksikan pulih dalam waktu enam tahun.

"Yang tadinya sebelum ada MBG kita kirim Rp 1 miliyardana desa, dengan MBG kita tambah Rp 10 miliar. kita pakai dulu uang dana desa, kita pake dulu Rp 500 juta ya, tapi 6 tahun akan kembali," ujarnya.

Kepala Negara menambahkan bahwa aliran dana tersebut tidak hanya menyasar pemenuhan gizi penerima manfaat, melainkan turut menggerakkan sektor riil karena komoditas para peternak dan pedagang kampung diserap langsung tanpa kendala logistik.

"Satu desa Rp 10,8 miliar beredar di situ, artinya yang tanam ikan lele bisa dijual, yang tanam bawang merah bisa terjual, yang bikin tempe bisa terbeli, yang jual telur bisa, semua produsen di desa itu hidup, dan kita bisa patahkan biaya logistik, nggak usah jauh-jauh ke pasar, pasarnya ada di desanya sendiri," ucap Prabowo.

Kolaborasi antara alokasi anggaran bernilai ratusan triliun rupiah ini dengan operasional Koperasi Desa Merah Putih diyakini mampu menciptakan pemerataan ekonomi nasional secara efisien.

"MBG ditambah dengan kooperasi desa merah putih ini akan membangkitkan ekonomi kita," terangnya.

Saat ini sebanyak 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih telah resmi beroperasi di lapangan, dan pemerintah memasang target ekspansi jaringan hingga mencapai 3.000 unit koperasi aktif menjelang Agustus 2026.

"Kalau umpamanya tidak sampai 30.000, kalau hanya sampai 20.000, saya katakan 20.000 ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang bisa diketemukan di negara lain. Kita buktikan hari ini dan kita buktikan nanti bulan Agustus, 20.000 minimal kooperasi berdiri, dan kita lihat Desember seribu desa nelayan, dan kita lihat tahun 2027 berapa ratus sekolah baru kita bangun, berapa sekolah rakyat kita bangun," ucap Prabowo.