Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memantapkan persiapan jelang pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Salah satunya dengan membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina.
"Timsus Mina ini akan bergerak sejak tanggal 7 Dzulhijjah tidak ke Arafah tapi langsung ke Mina. Terkait berapa orang jumlahnya sedang kami akomodir," ujar Koordinator Bidang Satuan Operasi (Satop) Armuzna dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid, beberapa waktu lalu.
Adapun anggota Timsus Mina akan diisi sebagian besar adalah para petugas haji dari tusi Pelindungan Jemaah (Linjam) yang sudah bertugas pada tahun sebelumnya.
Mengenai tugasnya, di antaranya adalah menyambut jemaah yang murur, memantau pergerakan jemaah dari tenda-tenda menuju lantai 3 (jamarot), dan memberikan pengawasan, pelindungan, dan bantuan saat jemaah melakukan pelemparan jumrah pada malam 10 Dzulhijjah.
"Karena itu adalah malam krusial. Harapannya saat jemaah ke sana terdapat petugas-petugas yang masih fresh karena sudah datang duluan sehingga bisa memberikan pelayanan secara maksimal kepada para jemaah," katanya.
Seperti diketahui pada tahun ini, PPIH Arab Saudi juga telah membentuk satuan operasional Armuzna yang mana tujuannya adalah mengoordinasikan pergerakan jemaah dan petugas mulai dari Makkah menuju ke Armuzna.
Harun pun berharap dengan dibentuknya satuan operasional ini kegiatan jemaah selama puncak haji seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, dan thawaf Ifadah bisa terlayani dengan baik.
Satuan operasional Armuzna tahun ini akan terdiri dari tiga satuan tugas (satgas) yakni Satgas Arafah yang akan menjadi tanggung jawab PPIH Daker Bandara, Satgas Muzdalifah yang berada di bawah koordinasi PPIH Daker Makkah, dan Satgas Mina yang akan diserahkan kepada koordinasi PPIH Daker Madinah.
Harun juga mengimbau jemaah untuk selalu menjaga kesehatan, menjaga stamina, dan tidak terlalu banyak keluar dari hotel secara berlebihan. Hal itu disebabkan para jemaah akan bergerak selama kurang lebih tujuh hari saat operasional Armuzna.
"Jemaah harus mempersiapkan diri terutama kaitannya dengan stamina mengingat durasi Armuzna yang cukup panjang. Selain itu, jemaah juga diimbau untuk tetap berada di rombongan, jangan sampai terpisah, mengingat nanti jemaah akan berada di lokasi yang baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya," ujar Harun.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·