PPIH: Calon haji tertua di Aceh berusia 101 tahun dan termuda 15 tahun

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Terbanyak adalah jamaah dari Kota Banda Aceh dengan jumlah 692 orang, sedangkan yang paling sedikit adalah dari Simeulue berjumlah 27 orang

Banda Aceh (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan jamaah calon haji Aceh tertua berusia 101 tahun asal Kota Langsa dan yang termuda berumur 15 tahun dari Kabupaten Bener Meriah.

"Calon haji tertua berusia 101 tahun, tergabung Kloter 4, bernama Ramlah Sali. Sedangkan usia termuda 15 tahun, tergabung dalam Kloter 14, bernama Muhammad Al-Faruq Ad-Dawami," kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh Arijal di Banda Aceh, Selasa.

Arijal menyampaikan tahun ini Embarkasi Aceh memberangkatkan sebanyak 5.500 calon haji, termasuk petugas kloter dengan rincian 2.174 laki-laki dan 3.326 perempuan yang terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter).

Baca juga: Jamaah asal Jambi berangkat perdana via Embarkasi Batam malam ini

"Terbanyak adalah jamaah dari Kota Banda Aceh dengan jumlah 692 orang, sedangkan yang paling sedikit adalah dari Simeulue berjumlah 27 orang," ujarnya.

Selain itu Arijal menyampaikan dari keseluruhan jamaah Aceh, terdapat usia produktif dengan kondisi fisik stabil sekitar 57,8 persen, sekitar 41,7 persen berusia lebih dari 60 tahun, dan lanjut usia (lansia) 80 tahun lebih sebanyak 2,7 persen.

"Seluruh jamaah dibagi dalam 14 kloter, diterbangkan melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap mulai 6 Mei hingga 20 Mei 2026," katanya.

Baca juga: Pemerintah Aceh minta dana wakaf Baitul Asyi 3.000 riyal per JCH

Dalam kesempatan ini Arijal menjelaskan seluruh proses pelayanan haji tahun ini terpusat di Asrama Haji Embarkasi Aceh, meliputi penerimaan jamaah, pemeriksaan kesehatan akhir, distribusi dokumen perjalanan, pembagian biaya hidup, pelayanan konsumsi, akomodasi, pembagian Kartu Nusuk hingga proses pemberangkatan.

PPIH bersama seluruh instansi terkait baik vertikal, horisontal, serta stakeholder pendukung lintas sektor, terus berupaya memberikan pelayan prima kepada jamaah calon haji.

Kepada petugas, kata dia, diharapkan mampu menjadi pelayan, pendamping, sekaligus pelindung bagi seluruh jamaah selama proses penyelenggaraan ibadah haji.

"Pelayanan harus maksimal, humanis, ramah lansia, serta sigap dalam membantu kebutuhan jamaah, khususnya jamaah lanjut usia, risiko tinggi, dan jamaah disabilitas," kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh Arijal.

Baca juga: Pemerintah Aceh berikan layanan VVIP bandara untuk pemberangkatan JCH

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.