PPIH Ingatkan Jemaah Haji Jaga Kesehatan dan Kendalikan Komorbid

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan peringatan penting bagi jemaah calon haji asal Indonesia untuk memprioritaskan kondisi fisik. Langkah ini diambil agar seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat terlaksana secara maksimal tanpa kendala medis yang berarti.

Seperti dilansir dari Cahaya, para jemaah diharapkan lebih proaktif dalam mengelola penyakit penyerta atau komorbid yang diderita. Kesadaran mandiri untuk menjaga stabilitas kesehatan menjadi kunci utama kelancaran aktivitas selama musim haji berlangsung.

Selain faktor penyakit bawaan, PPIH juga menekankan pentingnya mengatur intensitas aktivitas fisik sehari-hari. Jemaah diminta untuk tidak memaksakan diri dan menghindari kelelahan ekstrem, terutama mengingat suhu udara di Makkah yang tergolong sangat panas.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, memberikan penegasan mengenai manajemen tenaga bagi para jemaah. Menurutnya, kemampuan jemaah dalam beradaptasi dengan lingkungan lokal akan sangat menentukan kualitas ibadah mereka.

"Harapannya kita menyesuaikan dengan situasi di sini. Artinya, jangan memaksa tenaga sampai kita lelah. Karena kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berakibat tidak bisa melakukan ibadah dengan baik," ujar Edi di Makkah, Minggu (10/5/2026).

Edi menambahkan bahwa tim medis terus bergerak melakukan pemetaan terhadap kondisi kesehatan jemaah. Pemantauan ini dilakukan secara berkala berdasarkan waktu kedatangan gelombang jemaah untuk menyusun strategi pencegahan yang efektif.

Fokus Pengendalian Komorbid Gelombang Kedua

Perhatian khusus saat ini diarahkan kepada jemaah calon haji gelombang kedua yang mendarat di Makkah melalui Jeddah. Kelompok ini menjadi fokus utama dalam upaya pengendalian berbagai penyakit bawaan yang berisiko kambuh akibat perubahan lingkungan.

Beberapa kondisi medis yang perlu mendapatkan pengawasan ketat meliputi tekanan darah tinggi, diabetes, hingga gangguan pada organ jantung. Jemaah yang memiliki riwayat penyakit tersebut diminta untuk tetap disiplin dalam menjalankan pengobatan selama di Tanah Suci.

Kedisiplinan dalam mengonsumsi obat-obatan rutin serta menjaga pola istirahat yang cukup menjadi faktor krusial. Pengendalian komorbid yang baik diharapkan mampu mencegah penurunan kondisi fisik yang dapat menghambat pelaksanaan rukun maupun wajib haji.

Waspada Dehidrasi Akibat Cuaca Panas

Di sisi lain, jemaah gelombang pertama yang baru saja menyelesaikan aktivitas di Madinah mulai menunjukkan kemampuan adaptasi. Meski telah berada di Arab Saudi selama kurang lebih sembilan hari, kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan tidak boleh menurun.

Edi Supriyatna mengingatkan bahwa transisi aktivitas dan perubahan cuaca di Makkah tetap menyimpan risiko dehidrasi yang tinggi. Asupan cairan tubuh yang cukup merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi secara rutin oleh setiap individu jemaah.

Pihak kesehatan mengimbau jemaah agar senantiasa menyeimbangkan antara semangat beribadah dengan durasi istirahat yang memadai. Pemenuhan kebutuhan hidrasi secara konsisten bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh hingga tiba puncak pelaksanaan ibadah haji nantinya.