Presiden Prabowo Subianto menyaksikan prosesi penyerahan uang hasil rampasan dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) senilai Rp 10,2 triliun kepada negara pada Rabu (13/5). Penyerahan aset hasil penertiban hukum tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan keuangan negara melalui pemulihan aset.
Dilansir dari Detikcom, Pemerintah menargetkan perolehan dana yang lebih besar pada bulan mendatang melalui penyitaan aset-aset tidak bertuan milik pelaku tindak pidana. Presiden menyebut terdapat potensi dana hingga puluhan triliun rupiah yang tersimpan di berbagai rekening perbankan tanpa pengurusan ahli waris.
Kepala Negara mengungkapkan bahwa informasi mengenai potensi penerimaan negara tersebut telah ia terima melalui laporan internal. Dana tersebut direncanakan akan segera dialihkan untuk kepentingan masyarakat luas setelah melalui prosedur pengumuman resmi.
"Saya dapat bisikan bulan depan akan ada penyerahan Rp 11 triliun katanya, dan saya juga dapat laporan bahwa juga ada kurang lebih Rp 39 triliun uang uang yang tidak jelas, para korputor atau para kriminal itu mungkin ntah sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal dan uangnya ketinggalan di rekening rekening nggak jelas," kata Prabowo.
Prabowo menambahkan spekulasi mengenai latar belakang para pemilik dana tersebut yang menyebabkan aset mereka tidak terdeteksi oleh keluarga atau ahli waris. Hal ini mengakibatkan dana di bank-bank tersebut mengendap dalam waktu yang cukup lama.
"Mungkin dia banyak istri muda, atau piaraan-piaraan, jadi istri-istrinya, ahli warisnya tidak tahu bahwa dia punya uang di bank-bank tersebut, sudah sekian tahun tidak diurus," imbuh Prabowo.
Pemerintah menetapkan tenggat waktu selama satu tahun bagi pihak-pihak yang merasa memiliki hak atas dana tersebut untuk melapor. Jika tetap tidak ada klaim dari ahli waris, maka seluruh dana tersebut secara otomatis akan dipindahkan menjadi milik negara.
"Ya saya katakan kalau sekian tahun tidak diurus, dan sudah 1 tahun kita umumkan, umumkan nggak ada yang datang ya sudah pindahin untuk rakyat, jadi bulan depan kurang lebih ada Rp 49 triliun," kata Prabowo.
Selain membahas soal uang rampasan koruptor, Presiden memberikan apresiasi terhadap kinerja Satgas PKH dalam menertibkan kawasan hutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata kerja pemerintah yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Saya atas nama negara dan bangsa, atas nama pemerintah, atas nama seluruh rakyat Indonesia menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, saya kira saudara-saudara acara-acara seperti ini jangan kita anggap hanya ceremony atau show, tapi pandangan saya atau keyakinan saya bangsa Indonesia, rakyat Indonesia sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti," pungkas Prabowo.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·