Hoaks! Indonesia pimpin ASEAN rebut Laut China Selatan dari Tiongkok

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video di media sosial YouTube menarasikan bahwa Indonesia memimpin negara-negara ASEAN untuk merebut Laut China Selatan dari Tiongkok.

Unggahan tersebut juga disertai narasi yang menyebut Indonesia menolak tunduk pada dominasi Tiongkok. Selain itu, narasi dalam video mengklaim Iran terkejut karena Indonesia berani menantang Tiongkok.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Indonesia Pimpin Negara ASEAN Tantang Tiongkok Siapkan Puluhan Jet Tempur Amankan Laut China Selatan

Iran terkejut Indonesia berani tantang Tiongkok”

Namun, benarkah Indonesia menantang Tiongkok?

Unggahan yang menarasikan Indonesia pimpin ASEAN rebut Laut China Selatan dari Tiongkok. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (YouTube)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa Indonesia memimpin negara-negara ASEAN untuk merebut Laut China Selatan dari Tiongkok.

Faktanya, video tersebut hanya membahas pernyataan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang mendorong penyelesaian Code of Conduct (CoC) atau Pedoman Tata Perilaku di Laut China Selatan agar konflik di kawasan tersebut tidak berlarut-larut.

Dilansir dari ANTARA, Menteri Luar Negeri RI Sugiono berharap Code of Conduct (CoC) Laut China Selatan dapat segera rampung dan disahkan pada tahun ini.

“Kami berharap CoC bisa ditandatangani tahun ini. Kami akan cari jalannya bagaimana (pembahasan CoC) tidak lagi berlarut-larut,” kata Sugiono.

Video tersebut tidak berkaitan dengan klaim bahwa Indonesia memimpin negara-negara ASEAN untuk merebut Laut China Selatan atau menantang Tiongkok secara militer.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Indonesia memimpin negara ASEAN untuk merebut Laut China Selatan dari Tiongkok merupakan informasi menyesatkan atau hoaks.

Rating: Indonesia pimpin ASEAN rebut Laut China Selatan dari Tiongkok

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.