Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi jenis Belgian Blue seberat 1,1 ton di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, untuk merayakan Idul Adha 2026. Bantuan ini rencananya akan diserahkan kepada warga Dusun Sirembes, Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kepil melalui Masjid Al-Mubarak.
Pemilihan hewan kurban ini melibatkan proses seleksi ketat terhadap peternak lokal di wilayah tersebut sebagaimana dilansir dari Cahaya. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, Heri Prasetya, mengonfirmasi bahwa sapi tersebut berasal dari peternak di Kecamatan Kalikajar.
"Alhamdulillah dapat peternaknya Mas Edi," ucap Heri Prasetya, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaperkan Kabupaten Wonosobo pada Selasa (12/5/2026).
Heri menjelaskan bahwa sapi pilihan tersebut memiliki spesifikasi fisik yang luar biasa dan diprediksi akan terus mengalami kenaikan bobot hingga hari penyembelihan tiba.
"Belgian Blue, beratnya sekitar 1,10 ton. Kita perkirakan nanti saat dipotong sudah bertambah lagi," ujar Heri.
Pencarian sapi kurban kepresidenan ini dilakukan setelah adanya instruksi dari pemerintah provinsi untuk menemukan sapi dengan kriteria berat tertentu. Tim dari Dispaperkan Wonosobo melakukan survei lapangan secara cepat untuk memenuhi permintaan tersebut.
"Kami diminta dari provinsi itu, diminta untuk mencari yang (bobot) satu ton up (ke atas)," kata Heri.
Meskipun Wonosobo memiliki populasi sapi berukuran besar yang cukup banyak, keterbatasan waktu menjadi tantangan utama bagi tim survei dalam menentukan pilihan terbaik.
"Sebenarnya, banyak sih di Wonosobo, kemarin kan waktunya kita juga terbatas, hanya diberi waktu 2-3 hari itu harus dapat," ujar Heri.
Terkait teknis pelaksanaan, pemerintah daerah tengah mempertimbangkan lokasi penyembelihan yang paling ideal. Kementerian Pertanian memberikan anjuran agar pemotongan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) untuk menjamin aspek kesehatan dan keamanan pangan.
"Menjaga segalanya gitu, kan termasuk keamanan, kemudian pemeriksaannya juga tersedia petugas yang sarprasnya juga lengkap," ujar Heri.
Pemerintah daerah bersama bagian kesejahteraan rakyat masih akan meninjau lokasi di sekitar Masjid Al-Mubarak guna memastikan apakah fasilitas di sana memadai untuk pemotongan sapi berukuran besar tersebut atau harus dialihkan ke RPH.
"Besok Rabu mau kita survei, kita ajak bagian Kesra nanti kita lihat kalau memang tidak memungkinkan ya kita sarankan tetap memotong di RPH," kata Heri.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·