Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah akan terus mengebut upaya perbaikan sekolah di Indonesia dengan ditargetkan semua 288 ribu sekolah yang tersebar di berbagai lokasi dapat selesai diperbaiki pada 2028.
Dalam peninjauan fasilitas SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, Presiden mengatakan untuk tahun ini pemerintah menargetkan dapat menyelesaikan perbaikan terhadap 70 ribu sekolah setelah pada 2025 dilakukan perbaikan bagi 17 ribu sekolah.
"Tahun depan target saya kalau bisa lebih dari 100 ribu (sekolah). Saya berharap semua sekolah akan selesai 2028," kata Presiden Prabowo.
Kepala Negara menyebut Indonesia memiliki sekitar 288 ribu sekolah yang tersebar di segala penjuru negeri. Dengan total 87 ribu sekolah akan diselesaikan proses perbaikannya pada akhir tahun maka tersisa sekitar 200 ribu sekolah.
"Kalau 100 ribu di tahun 2027, 100 ribu di tahun 2028, semua sekolah Indonesia sudah diperbaiki," kata Presiden.
Dia mengatakan pemerintah tidak hanya akan berhenti sampai dengan perbaikan fasilitas sekolah tapi juga menambah kualitasnya termasuk memastikan semua ruang kelas memiliki layar digital atau smart class board.
Saat ini, fasilitas layar digital itu hanya dimiliki satu unit di setiap sekolah, hanya beberapa yang memiliki dua unit.
Langkah perbaikan dan peningkatan fasilitas itu diperlukan mengingat pendidikan ada kunci kebangkitan bangsa. Presiden menyoroti bahwa pemerintah akan berinvestasi besar-besaran di bidang pendidikan demi masa depan bangsa.
"Setiap anak Indonesia harus dikasih pendidikan yang terbaik," kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut dia menyebut telah melihat hasil renovasi tujuh ruang kelas dan delapan fasilitas kamar mandi di SMAN 1 Cilacap. Presiden juga sempat berdialog dengan para siswa yang mengapresiasi keberadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Prabowo hadiri groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap II di Cilacap
Baca juga: Politik kemarin, Presiden soal kereta Bekasi hingga evaluasi Green SM
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·