InJourney Airports Buka Kembali Rute Internasional di Belitung

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports meresmikan pembukaan rute penerbangan internasional di Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung, pada Minggu (3/5/2026). Langkah strategis ini bertujuan memfasilitasi mobilitas masyarakat dan mendukung distribusi logistik melalui penguatan konektivitas udara nasional.

Pengoperasian rute mancanegara ini merupakan hasil kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Dilansir dari Money, upaya pengembangan rute ini tetap dilakukan meskipun industri aviasi global sedang menghadapi tantangan kenaikan harga bahan bakar pesawat akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi menjelaskan bahwa sinergi dengan regulator sangat krusial untuk memastikan kelancaran arus barang. Penambahan rute ini menjadi bukti nyata penguatan infrastruktur transportasi udara di wilayah kepulauan.

"Kemenhub dan InJourney Airports secara berkelanjutan meningkatkan konektivitas penerbangan di bandara untuk memastikan kemudahan mobilitas masyarakat serta kelancaran arus barang dan logistik," kata Pahlevi dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Rute internasional di Belitung sebelumnya sempat vakum selama beberapa tahun sejak pandemi Covid-19 melanda. Pemulihan operasional ini ditandai dengan kehadiran maskapai asal Singapura yang menghubungkan Belitung dengan pusat transportasi regional tersebut.

"Penerbangan internasional di Belitung ditutup saat pandemi Covid-19. Setelah bertahun-tahun ditutup, baru pada 3 Mei 2026 rute internasional kembali dibuka yakni Belitung - Singapura - Belitung oleh maskapai Scoot," ujar Pahlevi.

Kerja sama lintas sektoral mencakup pemenuhan standar regulasi, kesiapan teknis fasilitas bandara, hingga perizinan rute. InJourney Airports juga memberikan dukungan promosi bagi maskapai guna menjamin keberlanjutan layanan penerbangan di bandara tersebut.

"Ini menjadi contoh kolaborasi yang sangat baik, mengingat pembukaan layanan penerbangan berhasil dilakukan di tengah tantangan yang ada," lanjut Pahlevi.

Pemerintah menargetkan optimalisasi bandara di bawah naungan InJourney Airports agar berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan negara. Integrasi antara sektor transportasi dan pariwisata menjadi fokus utama dalam setiap pengembangan bandara internasional.

"Kami berterima kasih kepada Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub atas kolaborasi dan dukungan dalam mendorong optimalisasi bandara-bandara yang dikelola InJourney Airports agar dapat maksimal dalam berkontribusi terhadap perekonomian dan pariwisata nasional," ujar Pahlevi.

Selain Belitung, penguatan jaringan penerbangan juga menyasar destinasi utama lainnya seperti Bali. Bandara I Gusti Ngurah Rai dijadwalkan akan menyambut maskapai baru untuk rute Taipei mulai akhir tahun ini.

"Starlux secara perdana beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai rencana pada Oktober mendatang dengan menggunakan pesawat Airbus A320," kata Pahlevi.

Ekspansi ini diharapkan mampu memperluas opsi perjalanan bagi turis mancanegara. InJourney Airports berkomitmen menjadikan setiap bandara sebagai motor penggerak ekonomi di masing-masing wilayah operasionalnya.

"Ini akan semakin memberikan pilihan bagi wisatawan khususnya di rute Bali - Taipei. Kami berharap layanan ini juga semakin mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia," tegas Pahlevi.

Status Bandara HAS Hanandjoeddin sendiri telah melewati proses pemulihan regulasi yang panjang. Setelah sempat kehilangan status internasional pada April 2024, fasilitas ini ditetapkan kembali menjadi pintu gerbang internasional per April 2025.